Pilkada
GAM Macetkan Jl AP Pettarani Makassar, Demo Tolak Pilkada Lewat DPRD
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) berunjuk rasa menolak rencana itu.
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Alfian
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Wacana pemilihan kepala daerah lewat DPRD, terus menuai penolakan publik.
Seperti yang terjadi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) berunjuk rasa menolak rencana itu.
Mereka berunjuk rasa di pertigaan Jl AP Pettarani–Letjen Hertasning, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Selasa (13/1/2026).
Memalang truk box dan membakar ban mewarnai jalannya unjuk rasa.
Arus kendaraan di ruas jalan protokol tak jauh dari Gedung DPRD Kota Makassar yang terbakar saat Agustus 2025 itu, pun macet.
Polisi yang mengawal jalannya unjuk rasa, tampak mengurangi kemacetan.
Panglima GAM, Fajar Wasis mengatakan, wacana Pilkada melalui DPRD tidak dapat dipandang sebagai diskursus yang harus disikapi serius.
Baca juga: Dulu Ditolak Keras SBY! Kini Demokrat Sulsel Dukung Pilkada Lewat DPRD
Pasalnya, gagasan tersebut kata Fajar, merupakan bentuk pengkhianatan terhadap kedaulatan rakyat dalam menentukan pemimpinnya secara langsung.
Ia menilai keterlibatan masyarakat dalam Pilkada merupakan kebutuhan yang tak dapat ditawar lewat keterwakilan DPRD.
Selain itu, pemilihan langsung juga merupakan bagian dari hak rakyat dalam menentukan arah demokrasi. Tidak ditentukan segelintir elite kekuasaan.
"Kami secara kelembagaan menilai bahwasanya wacana ini bukan hanya sekadar wacana," kata Fajar.
"Tapi merupakan agenda politik yang sudah dirancang dan diukur secara sistematis oleh elit-elit partai politik yang menginisiasi wacana ini," lanjutnya.
Ia menyayangkan sikap partai politik yang mengusulkan dan mendukung wacana tersebut.
Baginya, dukungan terhadap pemilihan kepala daerah lewat DPRD adalah bentuk ketidakberpihakan partai kepada rakyat.
| Dulu Ditolak Keras SBY! Kini Demokrat Sulsel Dukung Pilkada Lewat DPRD |
|
|---|
| Tolak Pilkada Lewat DPRD, Presma UIN Alauddin : Jangan Khianati Kedaulatan Rakyat |
|
|---|
| Akademisi Unibos Makassar Nawir Rahman Petakan Plus Minus Pilkada Lewat DPRD |
|
|---|
| PMII Sulsel Nilai Wacana Pilkada Lewat DPR sebagai Kemunduran Demokrasi |
|
|---|
| Andi Tobo: Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Belum Waktunya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260113-Demo-GAM.jpg)