Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kolaborasi UNICEF dan AJI Makassar Edukasi Remaja Bahaya HPV dan Kesehatan Mental

Dua isu ini dinilai sebagai ancaman nyata yang membutuhkan intervensi sejak dini melalui edukasi dan kolaborasi berbagai pihak.

Penulis: Siti Aminah | Editor: Alfian
Tribun-timur.com/Siti Aminah
DISKUSI KESEHATAN - UNICEF kolaborasi AJI Makassar menggelar talkshow bertema “Remaja Sehat, Masa Depan Kuat: Edukasi Kesehatan Fisik dan Mental Sejak Dini (Kenali HPV, Jaga Mental, Lindungi Masa Depan)" di Verda Contemporary Cuisine Jl Bontolempangan, Kecamatan Ujung Pandang, Kamis (9/4/2026). Pada talkshow ini, Kepala Kantor Perwakilan Unicef Wilayah Sulawesi dan Maluku, Henky Widjaja menyoroti kanker serviks sebagai salah satu penyakit mematikan yang masih tinggi di Indonesia.  (Siti Aminah)  

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Masalah kesehatan remaja di Indonesia menjadi perhatian serius.

Terutama terkait tingginya angka kanker serviks dan gangguan kesehatan mental. 

Dua isu ini dinilai sebagai ancaman nyata yang membutuhkan intervensi sejak dini melalui edukasi dan kolaborasi berbagai pihak.

Dalam talkshow kolaborasi antara  UNICEF dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar, persoalan tersebut diangkat secara terbuka di hadapan pelajar, guru, dan insan Imedia. 

Talkshow mengangkat tema “Remaja Sehat, Masa Depan Kuat: Edukasi Kesehatan Fisik dan Mental Sejak Dini (Kenali HPV, Jaga Mental, Lindungi Masa Depan)".

Agenda berlangsung di Verda Contemporary Cuisine Jl Bontolempangan, Kecamatan Ujung Pandang, Kamis (9/4/2026). 

Talkshow menghadirkan empat pembicara.

Baca juga: Cara UNICEF dan BaKTI Perkuat Perlindungan Anak Desa dan Kelurahan di Sulsel

Antara lain Komisi Pemberdayaan Perempuan Remaja dan Keluarga, MUI Sulsel dr Fitriah Zainuddin, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan Muh Yusri Yunus

Psikolog Bidang Klinis dan Forensik Biro Psikologi Daya Potensia Indonesia Sitti Annisa M Harussi, serta pemenang lomba Media Kampanye Imunisasi Nasional Fatin Salsabila Putri Yuki. 

Pada talkshow ini, Kepala Kantor Perwakilan Unicef Wilayah Sulawesi dan Maluku, Henky Widjaja menyoroti kanker serviks sebagai salah satu penyakit mematikan yang masih tinggi di Indonesia. 

Ia menyebut angka kasus dan kematian masih sangat mengkhawatirkan.

“Setiap tahun ada sekitar 34.000 kasus baru kanker serviks dan 21.000 kematian,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sebagian besar kasus baru justru terlambat terdeteksi. 

Kondisi ini memperbesar risiko kematian pada perempuan.

“Sekitar 70 persen baru terdiagnosis saat sudah stadium lanjut,” katanya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved