Kolaborasi UNICEF dan AJI Makassar Edukasi Remaja Bahaya HPV dan Kesehatan Mental
Dua isu ini dinilai sebagai ancaman nyata yang membutuhkan intervensi sejak dini melalui edukasi dan kolaborasi berbagai pihak.
Penulis: Siti Aminah | Editor: Alfian
Selain kesehatan fisik, persoalan kesehatan mental remaja juga dinilai semakin mendesak.
Data menunjukkan jumlah remaja yang mengalami gangguan mental cukup besar.
“Sekitar 34 juta remaja atau 15 persen mengalami gangguan mental,” ungkapnya.
Ironisnya, hanya sebagian kecil yang mampu mengakses layanan psikologis. Keterbatasan akses ini memperparah kondisi yang ada.
“Baru 2,6 persen yang mendapat bantuan,” lanjutnya.
Ia juga mengungkap adanya kasus percobaan bunuh diri di kalangan pelajar, termasuk di Makassar.
Hal ini menjadi tanda meningkatnya tekanan mental pada remaja.
Perkembangan dunia digital turut memperbesar risiko tersebut.
Paparan informasi yang tidak tersaring dapat memicu stres hingga depresi.
“Akses digital yang luas bisa berdampak negatif jika tidak disaring,” ujarnya.
Tak hanya itu, dunia digital juga membuka ruang bagi kejahatan terhadap anak, termasuk eksploitasi seksual.
UNICEF bahkan menjalankan program khusus untuk mengatasi hal ini.
Ia juga menyoroti kesenjangan pemahaman digital antara orang tua dan anak. Kondisi ini membuat pengawasan menjadi kurang optimal.
“Anak-anak sering lebih paham teknologi dibanding orang tuanya,” ujarnya.
Peran sekolah pun menjadi sangat penting dalam memberikan dukungan psikologis.
| Shinta Maharani: Stigma dan Guyonan Seksis Masih Bayangi Jurnalis Perempuan |
|
|---|
| Diskusi AJI Makassar: Jurnalis Perempuan Hadapi Tekanan Berlapis, Perlu Ruang Aman di Redaksi |
|
|---|
| Jurnalis Ditempa Lawan Disinformasi, AJI–Uni Eropa Gelar Workshop di Makassar |
|
|---|
| Diskusi AJI Makassar Ungkap Tekanan Baru terhadap Kebebasan Pers |
|
|---|
| AJI Makassar Kecam Peneror Jurnalis dan Aktivis Perempuan di Bulukumba |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260409-Diskusi-Kesehatan-UNICEF.jpg)