Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

AJI Makassar Kecam Peneror Jurnalis dan Aktivis Perempuan di Bulukumba

Demonstrasi digelar lembaga PATI di depan Gedung DPRD Bulukumba terkait polemik isu nelayan di

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Ansar
Tribun-timur.com
PENDEMO BULUKUMBA - Anjar Sumiana Masiga dan Nilam Mayasari ditenangkan petugas usai berorasi di tengah sidang paripurna Hari Jadi ke-66 Kabupaten Bulukumba di Gedung DPRD, Rabu (4/2/2026). 

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU- Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Makassar menyoroti peneror Jurnalis-Kontributor Metro TV, Musdalifah di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Kamis (5/2/2026).

Koordinator Bidang Advokasi AJI Makassar, Isak Pasa’buan menyampaikan, teror lewat media sosial kepada Musdalifah yang juga anggota Divisi Advokasi AJI Makassar, terjadi tak lama setelah meliput aksi demonstrasi di Kantor DPRD Bulukumba, Rabu (4/2/2026).

Saat itu Musdalifah meliput karena ada aksi unjuk rasa ditempat itu.

Demonstrasi digelar lembaga PATI di depan Gedung DPRD Bulukumba terkait polemik isu nelayan di Pantai Panrangluhu, Bira.

Berselang 40 menit, kemudian kelompok  pengunjuk rasa lainnya.

Massa itu berasal dari masyarakat Bontobahari dan gabungan aktivis pemuda dan lingkungan .

Mereka menolak kawasan industri pupuk Petrokimia karena menilai berpotensi merusak lingkungan.

Dua aktivis perempuan dalam barisan demonstran adalah Anjar, mantan jurnalis Radar Selatan dan beralih menjadi aktivis lingkungan.

Nilam sebagai Ketua Kopri PMII Bulukumba.

Setelah mengambil gambar, ia segera membuat berita dan mengirimkannya ke medianya, Metro TV.

Musdalifah juga kemudian berinisiatif mengunggah tulisan dan video di medsos pribadinya Facebook.

Dan di kolom komentar ada teror dari akun bernama Choi-Choi yang dialamatkan ke Ifa, Anjar dan Nilam.

Di kolom komentar FB Ifa, Choi-Choi menulis: Kenapako filter komentar Dheevha takutko ketahuan settinganmu sama Anjar dgn Nilam.. nda lama saya kasih hilang ko bertiga.

Tidak hanya itu akun Choi-Choi juga  berkomentar di group FB dan menulis: Na sudah kau setting ini Baine Buntala, na bersamaan jako masuk, ndak lama ada kasi hilangko itu.

AJI Makassar menilai, kejadian ini sebagai pengingat bahwa jurnalis semakin rentan terhadap kekerasan.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved