Polres Bone Tetapkan 2 Tersangka Pengeroyokan di Are'e
Korban mendapat 30 jahitan terbuka di bagian kepala, dan sejumlah memar di badannya karena dikeroyok oleh sekelompok orang.
TRIBUN-TIMUR.COM, BONE - Sat Reskrim Polres Bone menetapkan dua tersangka pelaku pengeroyokan di Are'e, Desa Tawaroe, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone, Jumat (20/6) lalu.
Hal tersebut diungkapkan Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Alvin Aji Kurniawan kepada Tribun-Timur.com, Senin (30/6/2025) malam mengaku kedua pelaku ditetapkan tersangka, inisial JR, AN, warga Dusun Are'e, Desa Tawaroe.
Hal itu dilakukan Sat Reskrim Polres Bone setelah melakukan gelar perkara kasus tersebut.
"Sudah kami tetapkan dua tersangka dan dilakukan penahanan,"ujarnya.
Sebelumnya, Nasib naas menimpa Sultan, warga Dusun Pallatebbue, Desa Tawaroe, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone saat menghadiri pesta hajatan didesanya pasa Jumat (20/6) malam lalu.
Dimana Sultan harus menerima sekira 30 jahitan terbuka di bagian kepala, dan sejumlah memar di badannya karena dikeroyok oleh sekelompok orang.
Sementara pelaku pengeroyokan diduga masih bebas berkeliaran setelah sebelumnya ditangkap oleh pihak kepolisian.
Baca juga: Oknum ASN Jeneponto Diduga Hamili Teman Istrinya, Korban: Dia Minta Saya Aborsi
Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Dua Boccoe AKP Welman yang dikonfirmasi Tribun-Timur.com, Minggu (22/6/2025) malam mengaku penangkapan dan pelepasan dilakukan karena pihaknya masih melakukan proses penyelidikan.
"Ini orang-orang yang diamankan itu statusnya masih sebagai saksi. Pelakunya hingga saat ini belum diketahui karena lokasi pengeroyokan itu gelap," akuinya.
Ia mengaku pihaknya sudah memeriksa sekira tujuh orang saksi yang berada dilokasi saat kejadian.
"Sudah tujuh orang yang kami periksa sebagai saksi dan kami akan terus melakukan penyelidikan terkait dengan kasus tersebut," bebernya.
Selain itu dirinya mengaku akan mengusut tuntas mengenai kasus pengeroyokan tersebut.
"Iya kami akan usut tuntas kasus tersebut dan menjadi atensi kami di Polsek Dua Boccoe,"tandasnya.
Sebelumnya, Nasib naas menimpa Sultan, warga Dusun Pallatebbue, Desa Tawaroe, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone saat menghadiri pesta hajatan didesanya pasa Jumat (20/6) malam lalu.
Dimana Sultan harus menerika sekira 30 jahitan terbuka di bagian kepala, dan sejumlah memar di badannya karena dikeroyok oleh sekelompok orang.
| SAKSI KATA: Niat Melerai, Pemuda di Tonra Bone Ditebas Parang |
|
|---|
| Pembangunan Masjid SD Islam Athirah Bone Dimulai, Fatimah Kalla Letakkan Batu Pertama |
|
|---|
| Penghasilan 300 KK Hilang Setelah Pelabuhan Penyebrangan Bajoa Bone Ditutup 21 Hari |
|
|---|
| Diserang Samurai dan Badik di Bone, Karyawan Luka Parah hingga Jari Putus |
|
|---|
| Cegah Keributan, Mahasiswa di Tonra Bone Dianiaya Warga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/ilustrasi-pengerorokan-bone-210.jpg)