Opini Mubha Kahar Muang
Kompleksitas Politik Kawasan: Berkaca pada Konflik Irak-Kuwait dan Konflik Iran-Irak
Kita patut bersyukur bahwa para pendiri negeri ini sudah menetapkan Visi negara dan misi pemerintahan dan sikap kita terkait politik luar negeri
Oleh: Mubha Kahar Muang
Anggota FKP DPR RI 1987-1992-1997-1998
TRIBUN-TIMUR.COM - Kuwait menarik perhatian dunia ketika diserbu Irak pada 2 Agustus 1990 hingga terjadi peperangan yang dikenal dengan Gulf War.
Konflik Irak-Kuwait
Semua berubah pada dataran tandus itu ketika ditemukan ladang minyak sekitar 1937 di Kuwait.
Kuwait pun melesat menjadi salah satu negara kaya di Jazirah Arab.
Letak Kuwait berbatasan dengan Irak di utara dan Arab Saudi di sebelah selatan.
Pada abad ke-3, wilayah pesisir Kuwait dijajah Yunani di bawah pimpinan Alexander Agung.
Sekitar tahun 224, Kekaisaran Persia Sassania menjadikan Kuwait bagian dari kekuasaannya.
Persia Sassania ketika itu memiliki pengaruh yang cukup besar, bahkan bangsa Romawi menganggap bangsa Persia Sassania sebagai satu-satunya bangsa yang berstatus sama dengan mereka.
Pada masa itu, Irak dan Kuwait menjadi satu pemerintahan di bawah Persia.
Pada tahun 636, Kekhalifahan Rasyidin memerangi Kekaisaran Sassania dan bertempur di Kuwait. Pertempuran tersebut berhasil dimenangkannya.
Kekhalifahan Rasyidin disebut juga Khulafaur Rasyidin, sebutan khusus bagi empat khalifah pertama dalam peradaban Islam.
Sejak saat itu Kuwait menjadi bagian dari dunia Islam.
Tahun 661 Persia kembali menjadikan Irak dan Kuwait satu pemerintahan di bawah Persia
Tahun 1535 Kesultanan Ustmaniyah atau dikenal sebagai Kesultanan Turki atau Kesultanan Ottoman memperluas kekuasaannya lalu merebut Bagdad dan Kuwait dari Persia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Mubha-Kahar-Muang-2024.jpg)