Opini
Ternyata Palsu! ASS Rugikan Siapa Untungkan Siapa
Dari penyelidikan pihak berwajib ditemukan bahwa 'rencana' produksi uang palsu sudah dimulai sejak Juni 2010.
Yang akan paling menderita dalam siklus uang palsu ini adalah pedagang kecil yang tidak memiliki alat sensor uang asli.
Siapa yang akan melindungi atau mengganti uang palsu yang mereka peroleh secara tidak sengaja dari para pembeli yang juga adalah korban berantai uang palsu?
Kini, para penjual ikan dan pedagang di pasar-pasar tradisional, tidak lagi mau menerima uang pecahan 100 ribu atau 50 ribu. Mereka lebih menyukai dibayar uang pecahan yang lebih kecil karena beranggapan nominal tersebut masih jarang dipalsukan.
Jika kondisi ini terus berlanjut, akan terjadi dampak lebih buruk di tengah ancaman kelesuan ekonomi warga belakangan ini. Dengan nominal uang palsu yang mencapai triliunan itu, ancaman inflasi sangat nyata di depan mata kita.
Karena itu, pihak berwajib harus sangat serius menyelidiki, menelusuri asal-muasal uang palsu di daerah ini, serta memproses secara hukum semua pihak yang terlibat atau ada kaitannya dengan perencanaan, pengamanan, produksi dan distribusi uang palsu ini.
Jika melihat track record dan pengakuan para pelaku sindikat uang palsu UIN ini, kita boleh saja berasumsi bahwa mungkin ada sebuah kekuatan besar yang menjadi "mastermind" kejahatan ini sehingga baru bisa terbongkar setelah puluhan tahun berjalan.
Meskipun begitu, pihak berwajib tidak boleh berhenti menuntaskan kasus ini demi mencegah dampak yang lebih buruk bagi perekonomian bangsa. Semuanya harus diusut tuntas dan transparan menurut aturan hukum yang berlaku.
Termasuk juga, jika benar dugaan penggunaan uang palsu di momentum Pilkada baru-baru ini, maka hal itu juga harus dituntaskan sesuai hukum yang berlaku.
Karenanya, tidak berlebihan berharap agar kasus uang palsu UIN di Sulsel menjadi atensi serius pemerintah pusat dan seluruh pihak terkait, khususnya OJK, PPATK, Bank Indonesia dan terutama Mabes Polri. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/asri-tadda-20224.jpg)