Opini
Ternyata Palsu! ASS Rugikan Siapa Untungkan Siapa
Dari penyelidikan pihak berwajib ditemukan bahwa 'rencana' produksi uang palsu sudah dimulai sejak Juni 2010.
Oleh: Asri Tadda (Ketua DPW Gerakan Rakyat Sulsel)
TRIBUN-TIMUR.COM - Dalam sepekan terakhir, masyarakat Sulawesi Selatan dibuat heboh oleh temuan "mesin" pembuat uang palsu di Perpustakaan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Alaudin Makassar.
Dari penyelidikan pihak berwajib ditemukan bahwa 'rencana' produksi uang palsu sudah dimulai sejak Juni 2010.
Tapi baru dilakukan serius belakangan ini, hingga akhirnya terendus oleh aparat.
Hingga kini, belasan tersangka telah ditahan oleh polisi berikut sejumlah barang bukti yang mencengangkan.
Selain bahan dan alat, juga ditemukan miliaran uang tunai palsu yang siap pakai.
Ada juga salinan obligasi dan surat utang negara (SUN) yang nilainya tidak sedikit.
Dari laporan Kompas, Minggu (22/12), nilai uang palsu yang sudah dicetak di perpustakaan UIN ini mencapai ratusan triliun.
Dari kesaksian warga, uang palsu dari UIN ini sungguh sulit dibedakan dengan uang asli.
Nanti baru bisa dibedakan jika lapisan dalam kertas uang palsu tersebut tersingkap.
Sejumlah video beredar luas di sosial media menunjukkan hal tersebut.
Masyarakat kini resah dengan masifnya ditemukan uang yang diduga palsu di mana-mana.
Bahkan, tidak sedikit warga yang melaporkan bahwa mereka mendapati uang yang diduga palsu itu justru dari ATM bank.
Dari fenomena uang palsu baru-baru ini, saya mencatat beberapa hal penting yang menjadi sorotan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/asri-tadda-20224.jpg)