Salam Tribun Timur
Salam Tribun Timur: Menanti Pertunjukan Berikut
Jarak ke Pemilu 2029 masih tiga tahun. Namun justru di tahun-tahun seperti inilah politik mulai bergerak diam-diam. Permukaannya tampak tenang, tapi .
TRIBUN-TIMUR.COM - Tahun 2026 memang bukan tahun pemilu. Ini adalah tahun kedua kepemimpinan kepala daerah dan legislator hasil Pemilu dan Pilkada 2024. Masa eforia kemenangan Pemilu dan Pilkada 2024 sudah berakhir. Mereka yang masih memelihara eforia kemenangan dan perih kekalahan akan ketinggalkan di 2026 ini. Ini tahun move on.
Alasan adaptasi telah habis. Yang tersisa adalah ujian konsistensi dan naluri bertahan.
Salah satu pemanasan yang akan tersaji adalah musyawarah daerah partai-partai besar. Musda “tertunda” Golkar Sulsel dijadwalkan cawis di 2026. Penentuan Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel juga terhampar di tahun ini.
Ia menjadi ruang awal membaca arah angin, menguji soliditas, dan menakar siapa yang masih punya cengkeraman, serta siapa yang mulai kehilangan daya pengaruh.
Musda, dalam tradisi politik, selalu lebih dari sekadar memilih ketua. Ia adalah etalase kekuatan jaringan, kedalaman loyalitas, dan kemampuan mengelola konflik. Karena itu, meski berlangsung di tahun non-pemilu, denyutnya kerap terasa lebih jujur. Ambisi belum dibungkus janji kampanye, tetapi sudah tampak dalam manuver.
Jarak ke Pemilu 2029 masih tiga tahun. Namun justru di tahun-tahun seperti inilah politik mulai bergerak diam-diam. Permukaannya tampak tenang, tetapi di bawahnya arus sudah beriak. Para aktor politik mulai saling mengukur napas, menghitung langkah, dan, meminjam metafora alam,mulai menggigit dan mencengkeramkan kuku.
Tahun 2026 memang bukan panggung utama. Tetapi justru di tahun-tahun seperti inilah, kuku mulai dicoba ketajamannya, dan gigitan pertama dilakukan tanpa suara. Musda hanyalah salah satu tandanya.
Dan, segera di tahun 2026 ini, memanas wacana pemilihan kepala daerah dikembalikan ke DPRD dan format nomor urut di Pemilu Legislatif.
Ini panggung pengamat politik dan aktivis reformasi. Ini mimbar kader partai “oposisi”.
Sistem pemilu dan pilkada akan menjadi papan selancar mengarungi nurani rakyat, sang pemilih.
Akan terlihat siapa yang sudah move on dari kekalahan. Terang benderang siapa yang masih menari eforia kemenangan. Padahal penonton sudah bubar. Penonton sudah kembali ke kamar mempersiapkan diri menonton pertunjukan selanjutnya. Salam!
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/02012026_Salam.jpg)