Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Dari Toleransi hingga Kebijakan Keagamaan yang Bossy dan Eggak Asik

Penolakan ini juga disampaikan oleh DPRD Pare-Pare setelah rapat dengar pendapat bersama masyarakat.

Editor: Sudirman
Ist
Muhammad Musmulyadi, Yayasan Antropos Indonesia/Alumnus Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah 

Menurut penulis, ada sebuah standar yang sedang dibangun, standar ini seperti menjadi ukuran seseorang bisa disebut toleran atau tidak, Pancasilais atau tidak.

Tak ada yang masalah urusan salam dan menyalami. Bahkan salam dari Binjai pun memperkaya khazanah persalaman di Indonesia. Namun apa relevansi menciptakan dan menggonta ganti salam? 

Hanya memperkeruh air yang jernih saja. Alih-alih membawa kebajikan, malah jatuh ke kawah kontroversi yang berpotensi melahirkan konflik baru.

Memang toleransi sesederhana sarung dan celana panjang Sang Kiai. Tak perlu narasi besar untuk menunjukkan.

Sesederhana memiliki pemikiran untuk menyesuaikan, menempatkan, dan saling menyenyumi perbedaan satu sama lain, yang sebenarnya tidak harus selalu dipaksakan sama atau saling mengikuti satu sama lain.(*)

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved