Opini
Dari Toleransi hingga Kebijakan Keagamaan yang Bossy dan Eggak Asik
Penolakan ini juga disampaikan oleh DPRD Pare-Pare setelah rapat dengar pendapat bersama masyarakat.
Misal, beberapa hari lalu di Kota Parepare ada penolakan pembangunan sekolah swasta Kristen oleh warga setempat.
Penolakan ini juga disampaikan oleh DPRD Parepare setelah rapat dengar pendapat bersama masyarakat.
Pihak warga yang menolak beralasan bahwa mayoritas warga di tempat tersebut beragama Islam maka tidak perlu mendirikan sekolah
Kristen.
Saya jadi teringat sekolah-sekolah Muhammadiyah yang berdiri di daerah-daerah penganut Kristen mayoritas.
Fenomena ini melahirkan istilah baru yaitu Kristen Muhammadiyah atau Krismuh sebagaimana yang diteliti oleh Fajar Riza UI Haq dan Abdul Mu’ti (2023) dalam buku Kristen Muhammadiyah: Mengelolah Pluralitas Agama dalam Pendidikan.
Sekolah Kristen yang akan didirikan merupakan simbol pendidikan sekaligus agama, layaknya rumah ibadah.
Sehingga identitas lain diluar dari diri atau kelompok sering dianggap sebagai ancaman.
Tapi melihat dari sekolah-sekolah Muhammadiyah yang didirikan di daerah minoritas muslim, malah menjadi oase menyegarkan di tengah gersangnya akses pendidikan yang terjangkau dan memadai dari pemerintah di daerah terluar, terpinggir, dan tertinggal.
Fenomena unik yang ditemukan di sekolah-sekolah Muhammadiyah kelihatan asik.
Substansinya sangat “ngena”. Mengingat hasil laporan Setara Insititute (2021) bahwa problem toleransi di negara ini berkaitan dengan penodaaan agama dan gangguan tempat ibadah.
Sedangkan laporan Wahid Foundation (2020) menyebut kecenderungan intoleransi sepuluh tahun terakhir terjadi akibat kontestasi politik di level nasional maupun ujaran kebencian melalui pidato atau ceramah dan unggahan di media sosial (Ahmad, 2022).
Tanpa perlu ada narasi mewah untuk menunjukkan bagaimana toleransi terjadi.
Sesederhana interaksi antara mahasiswa/siswa muslim dan Kristen di sekolah-sekolah Muhammadiyah.
Interakasi tersebut tidak lantas menghilangkan identitas mereka sebagai penganut agama Kristen yang taat (Muhammadiyah.or.id/27/05/23).
Laporan Setara Institute juga bersesuaian dengan beredarnya video di media sosial yang menampilkan seorang ASN perempuan tengah marah-marah dan menunjuk-nunjuk untuk melarang tetangganya beribadah (Kompas.com, 2024/09/25).
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.