Opini
Demokrasi Kejutan dan Kejutan Demokrasi
Demokrasi kejutan akan terjadi apabila kebenaran sangat sulit ditegakkan.
Kekuatan penguasa rezim Orde Baru yang mampu eksis selama tiga puluh tahun lebih seketika tumbang oleh aksi demonstrasi mahasiswa menolak Korupsi, kolusi dan nepotisme.
Selanjutnya kepemimpinan di zaman Reformasi alih alih bangkit dan mempertahankan visi dan misi Reformasi akhirnya terjadi masa transisi kepemimpinan yang menunjukkan betapa sulitnya keputusan terbaik dijalankan di negeri penuh intrik ini.
Lagi lagi wakil rakyat secara berentetan mengambil keputusan demi keputusan yang menjadi sinyal bahwa bukan hanya kekuatan rakyat yang mengontrol demokrasi.
Itulah sebabnya ada banyak kejutan dalam demokrasi.
Kemampuan penyelenggara negara untuk memahami suasana kebatinan rakyat dan aspirasi dalam proses demokrasi akan menghasilkan keputusan keputusan yang berpihak pada rakyat.
Sementara dilain sisi ada pergerakan dari kelompok kelompok kepentingan yang mencoba merasuk ke dalam arus kekuatan demokrasi dan memanfaatkan aji mumpung.
Benturan aspirasi inilah yang terkadang membuat kejutan.
Kejutan yang apabila dikaji lebih mendalam boleh jadi bukan kejutan atau memang kejutan bagi demokrasi dimana aspirasi rakyat untuk sementara waktu harus mengalah dengan sesuatu yang bertentangan dengan prinsip dasar demokrasi.
Setelah kejutan ini muncul maka reaksi akan bermunculan dimana mana dan akhirnya terbukalah arena perdebatan dan kekuatan demokrasi saling berhadapan.
Kejutan semakin mengejutkan ketika seluruh ruang perdebatan membuka ruang bagi mereka yang ingin memaksimalkan perbedaan terutama poros kekuatan politik untuk mengambil andil dalam benturan kepentingan tersebut.
Mahasiswa adalah ruang yang paling transparan dalam dunia demokrasi di dalam diri mahasiswa ideologi kebangsaan dan gerakan pro rakyat menjadi nyata dalam fikiran dan sekaligus mahasiswa menjadi indra demokrasi yang mampu mendeteksi ketidak adilan kesewenang wenangan dan berbagai retorika kekuasaan.
Mahasiswa tak jarang harus merasakan pahit getir kehidupan dunia kampus yang menyajikan jadwal kuliah semata dan membiarkan mereka beradu argumen dengan kehidupan nyata bertarung dengan pahit getirnya kehidupan.
Investasi paling aman bagi demokrasi adalah akal sehat para mahasiswa yang setiap saat akan turun di garda terdepan memberikan kejutan demokrasi.
Demokrasi yang mengaspirasikan kebangkitan rakyat dari ketertindasan dan ketidak adilan.
Karena mahasiswa diberi banyak waktu dan kesempatan untuk membaca dan menelaah kesewenang wenangan dan retorika kekuasaan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/A-Rahman-Ketua-PKC-Pergerakan-Mahasiswa-Islam-Indonesia-PMII-Sulawesi-Selatan.jpg)