Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Cukup Sudah Dinasti Politik di Tanah Para Daeng

Di tanah yang dikenal sebagai “Tanah Para Daeng,” praktik dinasti politik telah lama menjadi isu yang mengakar.

Tayang:
Editor: Sukmawati Ibrahim
dok pribadi
Muh Alfian MPA - Tenaga Ahli DPR RI / Pengamat Politik dan Kebijakan Publik 


Meningkatkan pendidikan politik bagi masyarakat juga dapat membantu mereka memahami pentingnya memilih pemimpin yang berintegritas dan tidak terjebak dalam praktik dinasti politik


Partisipasi masyarakat dalam proses politik perlu ditingkatkan melalui berbagai program pendidikan dan sosialisasi.


Pembatasan masa jabatan untuk kepala daerah dan pejabat publik dapat mencegah terjadinya konsentrasi kekuasaan pada satu kelompok.


Hal ini dapat membuka peluang bagi munculnya pemimpin-pemimpin baru yang lebih kompeten dan berintegritas.


Selain itu, partai politik harus berperan aktif dalam mencegah praktik dinasti politik dengan menerapkan mekanisme seleksi calon yang lebih transparan dan demokratis. 


Partai harus memastikan bahwa calon yang diusung benar-benar memiliki kapasitas dan integritas, bukan sekadar karena hubungan keluarga.


Teori terkenal terkait dinasti politik, seperti yang diungkapkan oleh Robert Michels dalam “Iron Law of Oligarchy,” menyatakan bahwa semua organisasi, termasuk partai politik, cenderung menuju oligarki, di mana kekuasaan terpusat pada segelintir orang. 


Hal ini relevan dalam konteks dinasti politik di mana kekuasaan terus diwariskan dalam lingkup keluarga, memperkuat posisi mereka dan menghalangi proses demokratisasi yang sebenarnya.


Dinasti politik merupakan ancaman nyata bagi demokrasi dan pembangunan di Indonesia. 


Kasus eks Mentan dan berbagai contoh dinasti politik lainnya menunjukkan bagaimana praktik ini dapat merusak sistem pemerintahan dan menghambat kemajuan daerah. 


Oleh karena itu, langkah-langkah konkret perlu diambil untuk mengatasi masalah ini, termasuk meningkatkan transparansi, pendidikan politik, pembatasan masa jabatan, dan penguatan partai politik. 


Hanya dengan cara ini, kita dapat memastikan bahwa Indonesia memiliki sistem politik yang sehat, adil, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.


Akhirnya, cukup sudah dinasti politik di “Tanah Para Daeng”. 


Saatnya kita bergerak menuju masa depan yang lebih baik dengan kepemimpinan yang berintegritas dan berorientasi pada kepentingan publik. 


Dengan demikian, kita dapat mewujudkan Indonesia yang lebih demokratis,

adil, dan makmur, di mana setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa.(*)

Sumber: Tribun Timur
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved