Opini
OPINI: Mengantisipasi Perilaku Hedonisme Akhir Ramadhan
Dimana pasar dan mall menjadi tempat tujuan demi mencari perlengkapan kemeriahan di saat lebaran nantinya.
Penulis: CitizenReporter | Editor: Ansar
Jika kita belajar puasa demi menjaga diri untuk lebih baik dalam mengelolah diri terhadap hal foya-foya, maka jangan sampai perihal ini hanya bertahan di awal Ramadhan saja dan diabaikan di akhir Ramadhan.
Persiapan lebaran bukan pembenaran untuk melupakan nilai-nilai pendidikan karakter puasa.
Pasalnya, yang nampak di tengah masyarakat kita, kegiatan persiapan lebaran lebih utama dibandingkan mengoptimalkan ibadah di 10 akhir Ramadhan.
Maka tidak heran, lebaran yang ditunaikan setiap tahunan sebagai tempat menampakkan (zahir) kekayaan anggota keluarga.
Persiapan yang dilakukan pun jauh-jauh hari sehingga terkesan keluarga yang berpunya.
Fenomenal sosial di tanah air tersebut, sudah menjadi berita tahunan dan rasanya sulit untuk di lebur
akan praktek yang menghanguskan pahala.
Dan pada artinya praktek hedonisme menutup diri untuk tidak memikirkan efektivitas nilai puasa yang telah dikerjakan
selama ini.
Sebuah perenungan dari dan Nabi yang berbunyi: “Betapa banyak orang yang berpuasa hanya mendapatkan rasa lapar dan dahaga saja.
Betapa banyak pula yang melakukan shalat malam, hanya begadang di malam hari” (HR. Ahmad).
Peringatan ini tentu memiliki tujuan agar kita totalitas dalam menjalankan ibadah puasa hingga mendapatkan gelar ketaqwaan (al-Baqarah: 183).
Sangat disayangkan Ramadhan yang digelar setiap tahunnya hanya memakan korban ghibah di tengah masyarakat akibat mengedepankan prinsip hedonisme.
Jiwa Kesederhanaan
Seseorang memiliki harta banyak merupakan perilaku yang diterima secara sosial.
Sebab, masing-masing orang dalam mendapatkan harta tentu memiliki maksud tersendiri.
Ada dijadikan sebagai amal kebaikan, harta dijadikan benda untuk membagi ke sesama, harta dijadikan sebagai barang pajangan dengan tatanan sesuai harga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Jusrihamulyono-AHM-Trainer-P2KK-PUSDIKLAT-Pengembangan-SDM-UMM.jpg)