Opini
OPINI: Mengantisipasi Perilaku Hedonisme Akhir Ramadhan
Dimana pasar dan mall menjadi tempat tujuan demi mencari perlengkapan kemeriahan di saat lebaran nantinya.
Penulis: CitizenReporter | Editor: Ansar
Mengantisipasi Perilaku Hedonisme di Akhir Ramadhan
Ditulis: Jusrihamulyono A.HM: Trainer Pelatihan Pembentukan Kepribadian dan Kepemimpinan (P2KK) Pusdiklat Pengembangan SDM UMM
TRIBUN-TIMUR.COM - Sebuah tradisi di setiap menjelang penutupan puasa di bulan Ramadhan yaitu
maraknya sikap hedonisme yang tidak disadari oleh pelakunya.
Dimana pasar dan mall menjadi tempat tujuan demi mencari perlengkapan kemeriahan di saat lebaran nantinya.
Ibadah puasa mulai luntur lantaran tidak kuatnya menahan dahaga di tengah kerumunan tempat perbelanjaan.
Keramaian sudah tidak terbendung di kedua tempat ini, demi perlombaan mencari kebutuhan lebaran.
Tradisi ini perlu untuk diimbangi akan tujuan bulan Ramadhan yang dihadirkan kepada kita.
Tujuan utama itu ialah inginnya mencetak pribadi-pribadi yang sederhana tanpa berlebihan.
Puasa yang kita kerjakan, sebagai ilustrasi untuk menahan segala bentuk tindakan yang berlebihan.
Peringatan Hadits Nabi: “Puasa adalah untuk-Ku semata, dan Akulah yang menanggung pahalanya” (Bukhari dan Muslim).
Pesan ini menunjukkan bahwa puasa Ramadhan sifatnya privat (pribadi), Kehidupan mewah pada dasarnya tidak bermasalah.
Namun, pada realita tahunan lebaran ini, bertujuan hanya sekedar menutup rasa malu di tengah perbincangan
sosial.
Sehingga jalannya tidak lain mengumbar kekayaan secara sengaja demi popularitas.
Jika melihat, fenomena di tengah masyarakat kita, mempercantik rumah dengan warna yang semenarik mungkin agar terlihat menonjol.
Lebih menakjubkannya lagi, baju baru serta perhiasan dan kendaraan bermerek menjadi ajang fashion show di saat hari lebaran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Jusrihamulyono-AHM-Trainer-P2KK-PUSDIKLAT-Pengembangan-SDM-UMM.jpg)