Opini
Penutupan Kampus: Langkah Terakhir untuk Menjaga Mutu
Ini menjadi sebuah tindakan akhir, dimana dalam kesempatan sebelumnya telah ada tahapan dan juga proses pembinaan.
Berikut adalah beberapa contoh transformasi yang dapat dilakukan oleh perguruan tinggi:
Pengembangan pembelajaran daring dan blended learning, Pengembangan pembelajaran berbasis proyek dan penelitian, dan Pengembangan pembelajaran berbasis kompetensi.
Transformasi-transformasi tersebut dapat dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing perguruan tinggi.
Kuncinya pada Kolaborasi (Gotong Royong)
Kolaborasi (Gotong royong) di perguruan tinggi merupakan salah satu nilai yang perlu ditanamkan kembali kepada seluruh sivitas akademika, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa. Gotong royong merupakan semangat kebersamaan dan saling membantu untuk mencapai tujuan bersama.
Gotong royong merupakan salah satu nilai yang penting untuk ditanamkan di perguruan tinggi. Dengan gotong royong, perguruan tinggi dapat menjadi tempat yang lebih baik untuk belajar, bekerja, dan berkarya.
Betapa kemajuan Korea Selatan tidak dapat dilepaskan dari “Saemaul Undong”.
Sebuah gerakan kolaborasi yang di Indonesia disebut Gotong Royong. Maka, untuk mewujudkan perguruan tinggi unggul, tidak ada pilihan lain kecuali dengan menjadikan Gotong Royong (kolaborasi) sebagai bagian dari budaya mutu di perguruan tinggi.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Ismail-Suardi-Wekke-1-942022.jpg)