Opini
Ketika Realisasi Anggaran Pemkot Makassar di Zona Merah
Sayangnya, Pemkot Makassar termasuk yang gagal merealisasikan anggarannya secara tepat waktu.
Dalam pada itulah peran kepemimpinan dan manajemen kepala daerah sangat penting dalam merealisasikan APBD.
Mereka memiliki tugas untuk mengarahkan, mengawasi, dan mengkoordinasi pelaksanaan anggaran agar berjalan sesuai dengan rencana.
Kepala daerah juga harus memastikan bahwa prioritas program dan proyek yang dianggarkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan visi pembangunan daerah.
Manajemen kepala daerah juga diperlukan untuk merencanakan, mengalokasikan, dan mengawasi penggunaan dana dengan efisien dan transparan.
Kemampuan mereka dalam berkomunikasi berkolaborasi dengan stakeholder, serta mengambil keputusan yang tepat juga akan berdampak pada kelancaran pelaksanaan APBD.
Selain itu, kepemimpinan yang baik dapat memotivasi tim pelaksana untuk bekerja dengan semangat dan dedikasi.
Kepala daerah juga berperan dalam mengatasi hambatan atau konflik yang mungkin muncul selama proses realisasi APBD, serta bertanggung jawab atas akuntabilitas dan pelaporan kepada masyarakat mengenai penggunaan dana publik.
Masalah pada kepemimpinan daerah, bisa berdampak pada realisasi APBD yang rendah.
Oleh karena itu solusinya mungkin melibatkan peningkatan manajemen dan pengawasan, serta memastikan efisiensi dalam alokasi dana untuk proyek-proyek yang penting bagi masyarakat.
Dalam pada itulah pentingnya peran legislatif dalam mengontrol agar realisasi APBD tidak rendah meliputi pemantauan, pengawasan, dan evaluasi terhadap proses penyusunan dan pelaksanaan anggaran.
Dengan memastikan transparansi, akuntabilitas, serta kolaborasi yang efektif antara pihak legislatif dan eksekutif.
Sayangnya, peran kontrol legislatif di Makassar seolah telah mandul atau dimandulkan? Wallahu a’lam Bishshawabe.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Aswar-Hasan-Dosen-Fisipol-Unhas-67.jpg)