Opini Ilyas Alimuddin
Interdependensi Ekonomi dan Politik
Sampai pertengahan bulan Juli tahun 2022, ada begitu banyak peristiwa yang menjadi pusat perhatian secara global.
Namun demikian, negeri ini tetap harus waspada dan jangan sampai menjadi jumawa.
Mengingat bahwa persoalan krisis ekonomi adalah sesuatu yang sangat kompleks dan dinamis.
Bisa cepat berubah dalam waktu yang singkat dan disebabkanoleh variabel yang mungkin disepelekan.
Krisis moneter 1998 bisa menjadi pelajaran bagi negeri ini.
Pada masa pra krisis banyak ekonom dalam dan luar negeri, termasuk pula lembaga-lembaga internasional yang memuji ekonomi Indonesia.
Namun, apa yang terjadi kemudian, ternyata puja-puji, prediksi tersebut justru meleset.
Begitupun dengan krisis finansial global 2008 yang bermula di negeri Paman Sam, Amerika Serikat.
Sektor perumahan yang sebelumnya tumbuh sangat mengesangkan justru dalam waktu singkat menjadi buble economic yang meletupkan krisis finansial global, yang imbasnya juga dirasaka oleh negeri ini.
Belum lagi, saat ini kondisi gepolitik dan dinamik ekonomi global yang belum stabil. Konflik Rusia-Ukraina belum usai.
Harga energi dan pangan yang masih tinggi. Serta kebijakan AS yang menaikan suku bunga sebesar 75 basis poin.
Kondisi-kondisi eksternal tersebut bisa sangat berpengaruh kondisi internal negeri ini.
Olehnya itu pemerintah beserta seluruh komponen bangsa harus jeli dan tetap waspada serta responsif dengan kebijakan yang cepat dan tepat. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/ilyas-alimuddin_20170728_142857.jpg)