Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini Ilyas Alimuddin

Interdependensi Ekonomi dan Politik

Sampai pertengahan bulan Juli tahun 2022, ada begitu banyak peristiwa yang menjadi pusat perhatian secara global.

handover
Ilyas Alimuddin 

Kondisi masyarakat terlalu lama hidup dalam himpitan ekonomi, terjerat oleh susahnya mencari kerja, tertekan oleh sulitnya memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari adalah katalis aksi rakyat Srilangka yang mengguncang hegemoni kuasa dinasti politik Rajapaksa.

Krisis politik yang disebabkan oleh krisis ekonomi bukanlah hal baru.

Sejarah panjang kehidupan umat manusia telah mencatat fenomena tersebut. Termasuk di Indonesia.

Dalam lintasan sejarah semenjak republik ini merdeka tahun 1945, sudah dua kali terjadi pergantian rezim yang disebabkan oleh problem ekonomi.

Pertama Orde Lama jatuh dan digantikan oleh Orde Baru kemudian yang kedua adalah saat Orde Baru pun harus berakhir, digantikan oleh Reformasi.

Dua peristiwa sejarah tersebut, sudah lebih dari cukup untuk menjadi pelajaran bagi republik ini dalam meniti kehidupan sebagai sebuah bangsa.

Apa yang terjadi di Srilangka bisa jadi mereka belajar dari negeri ini bahwa bukanlah sesuatu yang imposible menggulingkan rezim politik yang begitu digdaya.

Hegemoni Presiden Rajapaksa di Srilangka dan Presiden Soeharto di Indonesia akhirnya berakhir juga, dengan cara dan alasan yang sama pula.

Mencermati kejadian di Srilangka, memunculka dua pertanyaan di benak masyarakat.

Setidaknya hal tersebut dapat dikonfirmasi dari obrolan diberbagai media, termasuk media sosial.

Pertanyaan tersebut adalah apa yang menyebabkan krisis Srilangka? Dan apakah krisis Srilangka menjalar ke Indonesia?

Jawaban pertanyaan pertama adalah krisis ekonomi Srilangka bermula dari gagalnya negara tersebut membayar utangnya yang nilainya lebih dari Rp. 700, triliun.

Sebagaimana diketahui Srilangka yang menggantungkan ekonominya pada pariwisata, mendapatkan pukulan telak karena pandemi covid 19.

Seretnya pariwisata memberi dampak bagi ekonomi Srilangka.

Kehilangan pekerjaan, kehilangan pendapatan.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved