Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini Ilyas Alimuddin

Interdependensi Ekonomi dan Politik

Sampai pertengahan bulan Juli tahun 2022, ada begitu banyak peristiwa yang menjadi pusat perhatian secara global.

handover
Ilyas Alimuddin 

Dengan kondisi tersebut bagaimana mungkin bisa bayar utang? Makan saja susah.

Pun siapapula yang mau memberi tambahan utang, kalau utang yang lama saja belum dibayar.

Belum lagi Srilangka termasuk negara yang sangat tergantung terhadap impor, seperti makanan dan BBM.

Membuat masalah semakin runyam.

Selanjutnya untuk menjawab pertanyaan kedua mesti melihat dengan fair dan proporsionl segala aspek.

Misalnya bagaimana data-data makro ekonomi Indonesia.

Pertama dari sisi utang, dibanding Srlangka jumlah utang Indonesia memang lebih banyak.

Namun, dari sisi kemampuan membayar utang, Indonesia masih jauh lebih bagus. Artinya Indonesia masih mampu membayar utangnya.

Kedua dari sisi inflasi. Indonesia juga masih lebih bagus dibanding Srilangka yang tingkat inflasinya lebih dari 50 persen.

Ketiga kinerja perdagangan luar negeri.

Saat ini Indonesia berhasil mencatatkan surplus neraca perdagangan.

Meski pandemi kinerja ekspor bisa ditingkatkan.

Keempat adalah pertumbuhan ekonomi yang positif di kuartal pertama tahun 2022.

Capaian-capaian positif di sisi makro ekonomi adalah modal besar yang bisa digunakan oleh negeri.

Capaian positif ini juga membuat kita optimis dan memprediksi bahwa negeri mampu menghalau ekses negatif dari krisis Srilangka.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved