Opini Dwi Rezki Hardianto
KKN di Desa Penari sebagai Otoritas Simbolik
Pada awalnya cerita KKN di Desa Penari (kemudian disebut KDDP) adalah kisah horor yang dicitrakan dan disebarluaskan melalui twitter.
Editor:
Sukmawati Ibrahim
Apalagi ketika berita-berita menarasikan setting tempatnya cukup jelas berada di “Jawa Timur” di dalam thread twitter, Simpleman hanya mengatakan “timur jawa” dan bukan berarti di jawa timur.
Menurut saya, hal tersebut mengimplikasikan dua hal: (1) dinarasi sebagai strategi menjadi lenyap untuk membangun keterlibatan penonton sebagai bagian dari lakon, atau (2) malah sebaliknya, subjek penonton—yang belum memiliki pengalaman sebelumnya—akan menjadikannya sebagai ruang identifikasi baru, melalui pembacaan ulang—pada teks-teks sebelumnya—untuk mengungkap kebenaran lain di balik film (citra) tersebut.(*)