DPRD Makassar Dibakar
Amuk Makassar 29 Agustus 2025 Sebuah Penanda Terang Benderang: Mereka MuakTak Percaya Lagi
Mereka frustasi karena sempitnya peluang kerja dan sangat susahnya mendapatkan pekerjaan. Karena pemimpin yang dipilih lebih peduli kekuasaanya,
Oleh: Mulawarman
Wartawan Senior/Pengamat Sosial
TRIBUN-TIMUR.COM - Sulsel dalan bahaya, jika para pejabat tidak segera mengetahui akar amuk Makassar ini, 29 Agustus 2025.
Pembakaran Gedung DPRD Kota Makassar, Gedung DPRD Sulawesi Selatan, dan Kantor Kejaksaan Tinggi Sulsel bukan sekadar kobaran api kepulan asap.
Kebakaran itu adalah simbol.
Pembakaran itu adalah manifestasi.
Pesannya jelas.
Pemerintah Sulsel menghadapi kaum muda yang frustasi dan kehilangan harapan.
Frustasi, karena sempitnya peluang kerja untuk mereka dan sangat susahnya mereka mendapatkan pekerjaan.
Frustasi karena pemimpin yang dipilihnya, tidak jadi pemimpin, tapi jadi penguasa yang tidak mengenal mereka, tidak peduli mereka.
Para pembakar membakar karena menilai para pemimpin mereka lebih peduli kekuasaanya, bagaimana mempertahankan kekuasaanya agar tetap berkuasa.
Tidak peduli apa yang menjadi beban kaum muda atau rakyat.
Frustasi dèngan kampus yàng hanya menjadi menara gading, sehingga tidak perna ada solusi dan harapan untuk mereka kaum muda Sulsel yang kemarin amuk Makassar..
Sosiolog Emile Durkheim bilang, amuk massa terjadi ketika integrasi sosial di masyarakat retak karena ketiduran penguasa.(*)
Kondisi Makassar Tetap Normal Kecuali Warga Tonton Puing Gedung DPRD Provinsi dan Kota |
![]() |
---|
Warga Jarah Besi Sisa Kebakaran di DPRD Makassar, TNI Berjaga Perketat Penjagaan |
![]() |
---|
67 Mobil Terbakar di Gedung DPRD Makassar Jumat Malam |
![]() |
---|
8 Korban Insiden DPRD Makassar, 4 Meninggal Dunia Satu Kritis 3 Luka |
![]() |
---|
Sabtu Pagi di Pettarani! TNI Siaga di DPRD Makassar, Warga Berdatangan Saksikan Bangunan Hangus |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.