Breaking News:

Rubrik Opini Tribun Timur

Perspektif Change Management Penerapannya di Pemkot Makassar

Dari bagan Makassar Recover yang disosialisasikan nyaris tidak perangkat pemkot (baca: OPD) yang akan terluput dalam implementasinya.

Editor: AS Kambie
dok.tribun
AM Sallatu 

Basis berpikir inilah yang selanjutnya akan dijabarkan kebijakan dasar dan strategi pencapaiannya sesuai dengan arahan visi perubahan.

Itu berarti, konseptualisasi yang dipersiapkan bukan hanya berkenaan dengan hal-hal yang bersifat teknikal dan praktikal belaka.

Sejauh ini Pemkot Makassar sudah menyosialisasikan seperangkat konsep berpikir dengan memilih jargon Makassar Recover.

Bila dicermati, nampaknya visi perubahan yang ditawarkan adalah berkenaan dengan ecosystem.

Kedua istilah asing, recover dan ecosystem, semoga saja sejak dari jajaran perangkat implementatornya sudah memiliki batasan yang jelas dan tegas, termasuk kesulitan menemukan istilah yang berbahasa Indonesia, agar tidak lagi menimbulkan multi interpretasi dalam pelaksanaannya.

Hal ini patut diketengahkan, karena dalam banyak pengalaman di daerah ini, terutama bila melibatkan perangkat pemerintahan secara luas, pengaruh kesektoralannya ikut berpengaruh pada pemahaman dasarnya, bahkan termasuk bila menggunakan bahasa Indonesia sendiri.

Contoh klasiknya adalah istilah perwilayahan komoditas, yang bahkan ada saja perangkat pemerintahan saat itu yang masih sulit menemukan posisi dan kepentingan lembaganya dalam konsep tersebut.

Dari bagan Makassar Recover yang disosialisasikan nyaris tidak perangkat pemkot (baca: OPD) yang akan terluput dalam implementasinya.

Tim Walikota yang dibentuk dan terdiri dari kalangan akademisi yang mumpuni tentu saja perlu berpikir dan bekerja keras, baik dalam konseptualisasi rumusan perubahan yang akan ditawarkan oleh setiap OPD maupun dalam kaitan rentang kendali sekian banyak OPD tersebut.

Sejauh yang bisa dipahami dari bagan konsep, nyaris semuanya berkenaan hal-hal yang bersifat teknikal baik untuk imunitas kesehatan, untuk adaptasi sosial maupun untuk pemulihan ekonomi.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved