Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Ironi Seorang Pahlawan

Sebagai Gubernur Sulawesi, Andi Pangeran Petta Rani dikenal tegas, berwibawa, dan berjiwa persatuan.

Tayang:
Editor: Ansar
Ahmad Saransi
TRIBUN OPINI - H. Ahmad Saransi bersama rekannya. Ahmad penulis opini berjudul Ironi Seorang Pahlawan (Andi Pangeran Petta Rani) 

Ironi Seorang Pahlawan (Andi Pangeran Petta Rani)

Oleh H. Ahmad Saransi

Mungkin inilah yang disebut ironi sejarah: ketika seorang tokoh yang berjuang dan berkorban demi bangsa belum juga mendapat pengakuan yang setimpal dari negara yang ia bela.

Nama Andi Pangeran Petta Rani, Arung Macege  yang pernah menjabat sebagai Gubernur Sulawesi, masih terkatung di antara lembaran sejarah dan daftar resmi para Pahlawan Nasional.

Padahal, kiprahnya sejajar dengan para tokoh besar yang sudah lebih dulu diakui.

Bersama D Sam Ratulangi dan Andi Sultan Daeng Raja, ia menjadi delegasi Komite Persiapan Kemerdekaan Indonesia (KPKI) pada bulan Agustus 1945 ke Jakarta ,  sebuah misi penting yang menandai keterlibatan Sulawesi dalam detik-detik lahirnya Republik Indonesia.

Namun, hingga kini, dua rekannya telah diangkat sebagai Pahlawan Nasional, sementara Andi Pangeran Petta Rani masih menunggu di ambang pintu sejarah.

Sebagai Gubernur Sulawesi, Andi Pangeran Petta Rani dikenal tegas, berwibawa, dan berjiwa persatuan.

Ia berperan menjaga stabilitas dan integrasi nasional di masa-masa sulit pasca-proklamasi, ketika ancaman disintegrasi dan kolonialisme baru mengintai.

Namanya kini memang telah diabadikan di berbagai tempat , sekitar  12 kabupaten/kota memiliki Jalan Andi Pangeran Petta Rani, bahkan Universitas Hasanuddin (UNHAS) pun menamai salah satu gedung pertemuannya dengan namanya.

Namun, penghargaan simbolik itu belum cukup untuk menebus keheningan panjang pengakuan dari negara.

Hari ini, 28 Oktober 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, sebuah langkah bersejarah kembali diambil.

Tim Peneliti dan Penilai Gelar Daerah (TP2GD) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar sidang resmi untuk mengusulkan Andi Pangeran Petta Rani sebagai Pahlawan Nasional.

Sebuah langkah kecil, namun sarat makna, langkah untuk menutup ironi, untuk menuntaskan keadilan sejarah.

Sebab bangsa yang besar bukan hanya menghargai para pemenang, tetapi juga menempatkan setiap pejuang pada tempat yang semestinya.

Dan di antara deretan nama pahlawan itu, Andi Pangeran Petta Rani Putra  dari Andi Mappanyukki Raja Bone dgn nama Ibu I Batasa Daeng Taco sudah lama menunggu. (*)

 

 

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved