Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pilkada

‎Akademisi Unibos Makassar Nawir Rahman Petakan Plus Minus Pilkada Lewat DPRD

pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD merupakan isu lahir dari evaluasi praktik Pilkada langsung di Indonesia.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Makmur | Editor: Muh Hasim Arfah
Istimewa/Nawir Rahman
PILKADA DPRD-Akademisi Universitas Bosowa (Unibos) Makassar, Nawir Rahman. Nawir memaparkan plus mulus pilkada langsung dan pilkada melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). 

‎Dalam pemetaannya, Nawir menjelaskan Pilkada langsung memberikan ruang partisipasi luas kepada rakyat namun membutuhkan waktu panjang, biaya besar, dan memiliki potensi konflik sosial yang tinggi.

‎Sebaliknya, Pilkada tidak langsung melalui DPRD dinilai lebih efisien. Prosesnya lebih singkat, biaya lebih terkendali, dan konflik sosial relatif minimal. Selain itu, menurut Nawir, terjadi juga penguatan kelembagaan DPRD

‎"Argumen pendukung pilkada tidak langsung adalah Anggota DPRD dipilih langsung oleh rakyat melalui pemilu legislatif, sehingga memiliki legitimasi untuk mewakili kehendak konstituen dalam memilih kepala daerah," jelasnya.

‎Meski begitu, Nawir mengingatkan adanya kritik mendasar terhadap Pilkada tidak langsung.

‎Diantaranya berkurangnya partisipasi rakyat secara langsung yang dinilai berpotensi melemahkan kedaulatan rakyat dan membuka ruang oligarki politik di tingkat lokal.

‎“Pilkada langsung memberi hak penuh kepada rakyat untuk menentukan pemimpinnya. Ketika keputusan itu dialihkan ke DPRD, selalu ada risiko jarak antara kehendak rakyat dan keputusan wakilnya,” jelas Nawir.(*)

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved