Dukung Logistik dan Ekspor, Karantina Sulsel Terbitkan 72.044 Sertifikat
Sepanjang Januari–Mei 2026, Karantina Sulsel menerbitkan 72.044 sertifikat karantina dan merumuskan Standar Pelayanan bersama pelaku usaha.
Penulis: Siti Aminah | Editor: Sakinah Sudin
Ringkasan Berita:
- Balai Besar Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Sulawesi Selatan memperkuat layanan melalui sosialisasi alur sertifikasi karantina kepada pengguna jasa pelabuhan di Kantor Karantina Sulsel, Kamis (11/6/2026).
- Kegiatan ini menjadi forum koordinasi lintas instansi dan pelaku usaha untuk menjaga kelancaran logistik di Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar tanpa mengabaikan pengawasan hama dan penyakit.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Balai Besar Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Sulawesi Selatan (Karantina Sulsel) memperkuat layanan sertifikasi karantina melalui sosialisasi alur layanan sertifikasi karantina kepada para pengguna jasa pelabuhan di Kantor Karantina Sulsel, Kamis (11/6/2026).
Upaya tersebut melalui sosialisasi alur layanan sertifikasi karantina kepada para pengguna jasa pelabuhan di Kantor Karantina Sulsel, Kamis (11/6/2026).
Kegiatan dihadiri Kepala Karantina Sulsel Sitti Chadidjah, perwakilan BPS Sulawesi Selatan, KSOP Utama Makassar, PT Pelindo Regional 4 Makassar, Bea Cukai Makassar, PT Multi Terminal Indonesia, PT PELNI Cabang Makassar, unsur kepolisian, asosiasi pelaku usaha, serta pengguna jasa mitra Karantina Sulsel.
Selain sebagai sarana sosialisasi, forum tersebut juga dimanfaatkan sebagai wadah koordinasi antarinstansi dan pelaku usaha dalam mendukung rantai pasok nasional.
Sitti Chadidjah mengatakan, Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar memiliki posisi strategis sebagai pintu keluar masuk komoditas di kawasan Indonesia Timur.
Menurutnya, kelancaran arus barang harus diimbangi dengan pengawasan yang ketat terhadap komoditas yang berpotensi membawa hama dan penyakit.
“Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar merupakan salah satu simpul logistik strategis di Indonesia Timur,” kata Chadidjah.
Ia menilai pelayanan yang optimal hanya dapat terwujud melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
“Diperlukan dukungan bersama, partisipasi masyarakat, serta koordinasi yang kuat para pemangku kepentingan agar pelayanan berjalan optimal, lalu lintas komoditas tetap lancar, tanpa mengabaikan upaya pelindungan sumber daya hayati kita,” ujarnya.
Chadidjah menjelaskan, tantangan sektor logistik dan perdagangan saat ini semakin kompleks seiring meningkatnya mobilitas manusia dan barang antarwilayah maupun antarnegara.
Karena itu, sinergi antarlembaga dan kepatuhan pengguna jasa terhadap prosedur karantina dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga biosekuriti.
Menurut dia, kelancaran pelayanan logistik dan terjaganya sistem biosekuriti dapat mendorong peningkatan daya saing perdagangan serta investasi di Sulawesi Selatan.
Dalam kesempatan tersebut, Karantina Sulsel juga memaparkan capaian layanan sertifikasi sepanjang Januari hingga Mei 2026.
Berdasarkan data BEST TRUST Barantin, Karantina Sulsel telah menerbitkan 72.044 sertifikat karantina selama lima bulan pertama tahun ini.
| Dalih Kadis Pendidikan Belum Setujui Pengunduran Diri 326 Kepala Sekolah di Sulsel |
|
|---|
| 326 Kepala Sekolah Mengundurkan Diri di Sulsel, Ada Apa? |
|
|---|
| Kadisdik Sulsel Klaim Polemik Pengunduran Diri Kepala Sekolah Berawal dari Temuan BPK |
|
|---|
| DPRD Paksa Kadisdik Sulsel Hadiri RDP, Pembahasan Kepala Sekolah Mundur Ditunda Jika Mangkir |
|
|---|
| Kemenham Sulsel dan Pemkab Luwu Utara Perkuat Regulasi Daerah Berperspektif HAM |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260612-Karantina-Sulsel-Triwulan-I.jpg)