Headline Tribun Timur
Ditjen Pesantren Jadi Hadiah Prabowo
Ditjen Pesantren jadi hadiah Prabowo di Hari Santri. Appi pimpin upacara di Al-Markaz, Gubernur Sulsel bantu Rp5 miliar ke DDI Mangkoso..
Ranperda Pesantren
Pemkot Makassar berkomitmen memperkuat peran pesantren dalam pembangunan karakter generasi muda melalui ranperda tentang fasilitas penyelenggaraan pesantren.
Ranperda dibahas dalam sidang Paripurna DPRD Makassar, Selasa (21/10/2025), dan dihadiri Wali Kota Makassar Munafri ‘Appi’ Arifuddin (50) secara virtual.
Appi mengapresiasi inisiatif DPRD yang berorientasi pada penguatan tata kelola pemerintahan dan pembangunan sumber daya manusia, termasuk bidang pendidikan keagamaan.
“Pesantren menjadi pilar pembentukan moral dan intelektual masyarakat. Pemerintah Kota Makassar siap bersinergi memperkuat peran strategis pesantren dalam membangun karakter generasi muda,” ujarnya, Rabu (22/10/2025).
Melalui Ranperda ini, pemerintah berkomitmen memberikan dukungan nyata, mulai dari fasilitasi infrastruktur pendidikan dan asrama pesantren, peningkatan kapasitas kelembagaan, hingga kemitraan pesantren dalam pemberdayaan sosial ekonomi umat.
Ia menegaskan, Ranperda ini bukan sekadar dokumen administratif, tapi juga komitmen moral pemerintah dalam menciptakan masyarakat yang cerdas secara intelektual, kuat secara spiritual, dan bermartabat secara sosial.
“Ranperda Pesantren ini diharapkan menjadi langkah konkret menghadirkan pendidikan berkarakter dan memperkuat moral generasi muda di Kota Makassar,” katanya.
Inspektur Upacara
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin inspektur upacara pada peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Lapangan Masjid Raya Al-Markaz Al-Islami, Rabu (22/10/2025).
Upacara yang digelar Kementerian Agama Makassar itu diikuti ribuan santri, alim ulama, pimpinan pondok pesantren, tokoh masyarakat, serta jajaran Forkopimda.
Appi membacakan amanat Menteri Agama Prof Nasaruddin Umar.
Tahun ini, Hari Santri mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia” dan menandai 10 tahun penetapan Hari Santri sejak 2015.
Dalam amanat tersebut, Appi menegaskan Hari Santri bukan sekadar seremoni, melainkan momen refleksi perjuangan umat Islam mempertahankan kemerdekaan.
Ia mengingatkan peristiwa Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 yang dicetuskan KH. Hasyim Asy’ari menjadi tonggak lahirnya semangat perjuangan rakyat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20251023-hl-tribun.jpg)