Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Headline Tribun Timur

Ditjen Pesantren Jadi Hadiah Prabowo

Ditjen Pesantren jadi hadiah Prabowo di Hari Santri. Appi pimpin upacara di Al-Markaz, Gubernur Sulsel bantu Rp5 miliar ke DDI Mangkoso..

Tribun Timur
HL TRIBUN TIMUR - Tangkapan layar HL Tribun Timur Kamis (23/10/2025) Ditjen Pesantren Jadi Hadiah Prabowo di Hari Santri Nasional. Appi Pimpin Upacara di Al-Markaz. Gubernur Sulsel Serahkan Bantuan Rp5 Miliar ke Ponpes DDI Mangkoso. 

Ditjen Pesantren Jadi Hadiah Prabowo

Appi Inspektur Upacara Hari Santri di Al Markaz

Gubernur Sulsel Bantu Rp5 Miliar Ponpes DDI Mangkoso

TRIBUN-TIMUR.COM -  Pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren, Kementerian Agama (Kemenag) jadi hadiah Presiden Prabowo Subianto (74).

Ini kabar gembira bagi dunia pesantren dan jutaan santri di seluruh Indonesia.

Menag Nasaruddin Umar (66) sampaikan kabar gembira ini bertepatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025, Rabu (22/10).

Di ibu kota Sulsel, Wali Kota Makassar Munafri ‘Appi’ Arifuddin (50) inspektur upacara hari santri di Lapangan Masjid Raya Al-Markaz Al-Islami, Jl Masjid Raya, Timungan Lompoa, Bontoala.

Dari Kabupaten Barru, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman (42) serahkan bantuan Rp5 miliar kepada Pemkab Barru.

Diperuntukkan untuk perbaikan jalan menuju Kampus II Pondok Pesantren DDI Mangkoso Barru.

Usulan pembentukan Ditjen Pesantren bergulir di era Menag Lukman Hakim Saifuddin, dilanjutkan Yaqut Cholil Qoumas, dan terwujud di masa kepemimpinan Nasaruddin Umar.

Setelah melalui proses panjang, Presiden Prabowo memberikan persetujuan atas prakarsa tersebut, menandai babak baru bagi penguatan lembaga pesantren di Tanah Air.

“Wabil khusus Wamenag telah memerjuangkannya sesegera mungkin,” ujar Nasaruddin seusai memimpin Apel Hari Santri 2025 di Jakarta.

Wamenag Romo Muhammad Syafi’i, menegaskan izin prakarsa pembentukan Ditjen Pesantren terbit melalui surat nomor B-617/M/D-1/HK.03.00/10/2025 tertanggal 21 Oktober 2025, ditandatangani Presiden melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

“Langkah ini menjadi wujud nyata perhatian negara terhadap dunia pesantren,” kata Romo Syafi’i.

Ia menambahkan, kehadiran Ditjen Pesantren akan memperkuat peran pesantren dalam tiga bidang utama, yakni pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved