Headline Tribun Timur
Harga Aspal Meroket 53 Persen
Di Sulawesi Selatan, lonjakan harga aspal hingga 53 persen datang di waktu yang tidak sederhana. Kontraktor sudah merasakan tekanan lebih dulu.
TRIBUN-TIMUR.COM - Kenaikan harga aspal tak lagi sekadar kabar teknis proyek.
Kini, ia menjelma menjadi sinyal bahwa ada yang sedang berubah dalam ritme pembangunan.
Di Sulawesi Selatan, lonjakan harga aspal hingga 53 persen datang di waktu yang tidak sederhana.
Pemerintah Provinsi sedang menggarap proyek multiyears jalan senilai Rp 3,7 triliun.
Lima paket pekerjaan berjalan bersamaan.
Jalan-jalan penghubung daerah dibuka, diperbaiki, dan diharapkan menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat.
Namun di tengah proses itu, harga material utama justru melambung.
Kenaikannya bukan kecil. Dampaknya pun tidak ringan.
“Sekarang memang ada kenaikan aspal maupun BBM industri. Lumayan kenaikannya. Ini kami sudah rapatkan, tinggal menunggu bagaimana regulasinya dari pusat,” kata Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sulsel, Andi Ihsan, Rabu (6/5/2026).
Di titik ini, persoalan tidak lagi sesederhana harga naik dan proyek tetap jalan.
Ada ruang yang mulai menyempit—antara anggaran yang tetap dan biaya yang melonjak.
Kontraktor sudah merasakan tekanan lebih dulu.
Kenaikan harga aspal bukan hanya angka, tetapi langsung berdampak pada perhitungan di lapangan.
Namun pemerintah daerah memilih tidak tergesa.
Setiap langkah harus tetap berpijak pada aturan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Potret-Ruas-Pallangga-Sapaya-Batas-Jeneponto-usai-diaspal-2321.jpg)