Muhasabah Ke-29: Mudik
Mudik adalah momen ketika kita yang meninggalkan rumah dan pergi ke kampung halaman.
Tayang:
Editor:
Muh Hasim Arfah
Salman Ahmad
TRIBUN-TIMUR.COM- Kali ini, saya akan meninggalkan rumah untuk beberapa hari.
Tujuannya: Balikpapan.
Seorang teman bertanya, “Oooh… moko mudik?” Saya jawab spontan, “Na’am.”
Tapi setelah itu saya berpikir, jangan-jangan jawaban saya ini "bohong".
Sebab saya kan lahir di Makassar.
Kecil, Besar di Makassar.
Tumbuh di Makassar.
Kalau saya pergi ke Balikpapan, apakah itu masih bisa disebut mudik?
Daripada nanti ribut soal istilah, saya pilih aman saja.
Saya bukan mudik ke Balikpapan.
Saya hanya menemani istri mudik ke Balikpapan.
Sebelum mudik, orang biasanya menjadi lebih teliti dari biasanya.
Rumah yang setiap hari ditinggali tanpa banyak dipikir, mendadak diperiksa satu per satu. Kompor dicek.
Gas dipastikan aman. Keran diputar rapat.
Baca Juga
| Pemkot Makassar Pusatkan Salat Idul Adha 1447 H di Karebosi |
|
|---|
| Empat Daerah di Sulsel Masuk Musim Kemarau |
|
|---|
| Pemkot Makassar Sterilkan Jalan Veteran dari Bongkar Muat Sayur Pasar Kalimbu |
|
|---|
| Muatan Berlebih Bisa Ganggu Keseimbangan Berkendara, Ini Imbauan Asmo Sulsel |
|
|---|
| Suripto Nahkodai KPJ Sulsel 2026-2031, Fokus Sosial dan Kemanusiaan untuk Perantau Jawa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/TRIBUN-OPINI-Salman-Ahmad.jpg)