Nelayan Parepare Ngeluh Tak Pernah Dapat Bantuan, BBM Subsidi Pun Sulit
Nelayan Parepare keluhkan tak pernah dapat bantuan. BBM subsidi pun sulit didapat karena tak punya surat rekomendasi.
Penulis: Rachmat Ariadi | Editor: Sukmawati Ibrahim
TRIBUN-TIMUR.COM, PAREPARE – Kehidupan nelayan di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, makin sulit.
Mereka sudah lama tak menerima bantuan dari pemerintah setempat.
Akibatnya, sebagian nelayan memilih berhenti melaut.
Ada yang merantau, ada pula yang beralih profesi menjadi tukang ojek.
"Kalau di Lakessi sudah berkurang nelayan, ada yang pilih merantau, ada yang jadi tukang ojek, sudah terhambur semua mi," kata Tahir, salah satu nelayan, kepada Tribun-Timur.com, Kamis (9/10/2025).
Tahir mengaku sudah lama tidak mendapat bantuan dari Pemkot Parepare.
Ia juga tidak menerima surat rekomendasi pengambilan BBM subsidi dari Dinas Pertanian, Kelautan, dan Perikanan (PKP) Parepare.
Akibatnya, ia sering kesulitan mendapatkan BBM untuk perahunya.
"Sudah lama tidak dapat bantuan dari pemerintah. Tidak ada juga Dinas kasi ki surat beli BBM untuk nelayan. Pernah dulu dapat tapi sekarang tidak mi," ungkapnya.
Tahir menyebut, perahunya membutuhkan 10 liter BBM untuk sekali melaut.
Baca juga: Gegara Sulit Dapat BBM, Nelayan di Parepare Jarang Melaut
Ia berharap Pemkot Parepare memperhatikan kondisi nelayan di tengah kelangkaan BBM.
"10 liter per hari. Harapannya agar kami juga diperhatikan, setidaknya kami dapat surat rekomendasi untuk dapat BBM," ucapnya.
Kepala Dinas PKP Parepare, Wildana, menjelaskan bahwa untuk mendapatkan surat rekomendasi BBM, nelayan harus memiliki kartu pelaku usaha kelautan dan perikanan (Kusuka).
"Dikeluarkan ji (surat rekomendasi BBM), cuma mungkin ada syarat yang tidak terpenuhi nelayan sehingga tidak diberikan surat rekomendasi itu. Syaratnya harus punya kartu Kusuka terus ada kartu bypass. Kita terus melayani selama ini," jelasnya.
Terkait minimnya bantuan, Wildana mengakui hal itu disebabkan efisiensi anggaran.
Ia meminta nelayan bersabar dan memahami kondisi daerah.
"Jadi begini, bantuan ini kan ada 3 sumber. APBN, APBD Provinsi, dan APBD kota. Jujur kalau di APBD sekarang ini ada efesiensi anggaran. Ada seribu lebih nelayan di Parepare, tidak mungkin juga kita berikan semua (bantuan), jadi sabar mi dulu," ujarnya.(*)
| Mengukir Jejak Kartini: Inspirasi Kekuatan dan Kepemimpinan Perempuan di Madrasah |
|
|---|
| 22 DPC PPP Cari Ketua Baru, Tana Toraja dan Toraja Utara Ditunjuk Langsung |
|
|---|
| Andi Calle Paramata Calon Haji Tertua Asal Wajo Sulsel, Usia 95 Tahun Berangkat Tanah Suci |
|
|---|
| Warga Minta Fadriaty AS Berjuang Hidupkan Kembali Pelabuhan Larompong Demi Hidupkan Ekonomi Pesisir |
|
|---|
| Rektor, Sahabat, dan Seratusan Pensiunan Pemprov Sulsel Berdoa untuk Tautoto Tanaranggina |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2025-10-9-NELAYAN-PARE.jpg)