Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Hijrah Ekologis: Sebuah Amanah Peradaban

Hijrah adalah keberanian untuk meninggalkan praktik-praktik yang merusak menuju tatanan kehidupan yang lebih baik dan lebih bermartabat.

Tayang:
DOK PRIBADI
OPINI - Irfan Yahya, Sosiolog, Akademisi, dan Ketua DPD Hidayatullah Makassar 

Dalam skala Sulawesi Selatan, semangat hijrah ekologis dapat diwujudkan melalui berbagai langkah nyata.

Pemerintah perlu memperkuat integrasi kebijakan pembangunan berbasis manajemen lanskap terintegrasi agar keseimbangan antara produksi pangan, perlindungan kawasan hutan, dan keberlanjutan sumber daya air dapat terjaga.

Dunia usaha perlu mengembangkan praktik-praktik bisnis yang bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Perguruan tinggi harus memperkuat riset dan inovasi untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

Organisasi masyarakat sipil perlu terus membangun kesadaran publik mengenai pentingnya perlindungan lingkungan.

Sementara itu, masyarakat perlu menghidupkan kembali nilai-nilai kearifan lokal yang selama ini terbukti mampu menjaga harmoni antara manusia dan alam.

Pada saat yang sama, lembaga-lembaga keagamaan juga perlu mengambil peran yang lebih aktif dalam membangun kesadaran ekologis umat.

Mimbar-mimbar dakwah hendaknya tidak hanya berbicara tentang hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga hubungan manusia dengan sesama makhluk ciptaan-Nya.

Sebab, merawat bumi pada hakikatnya merupakan bagian dari manifestasi keimanan dalam kehidupan sehari-hari.

Momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah hendaknya menjadi titik refleksi bersama.

Sudah saatnya hijrah dimaknai secara lebih luas sebagai proses transformasi menuju peradaban yang lebih bertanggung jawab secara ekologis.

Kita perlu berhijrah dari paradigma eksploitasi menuju paradigma amanah; dari orientasi keuntungan jangka pendek menuju keberlanjutan antargenerasi; dari sikap merasa memiliki bumi menuju kesadaran bahwa bumi hanyalah titipan yang harus dijaga.

Pada akhirnya, persoalan lingkungan bukan sekadar persoalan teknis pengelolaan sumber daya alam. Ia merupakan persoalan moral, sosial, dan spiritual.

Masa depan peradaban sangat ditentukan oleh kemampuan manusia menjaga keseimbangan hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam semesta.

Di tengah berbagai krisis yang dihadapi dunia saat ini, hijrah ekologis bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keniscayaan.

Sebab, merawat bumi berarti menjaga ruang kehidupan bagi generasi mendatang. Dan dalam perspektif iman, menjaga bumi sesungguhnya adalah bagian dari menjalankan amanah sebagai khalifah di muka bumi.

Muharram mengajarkan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari keberanian untuk berhijrah. 

Maka, mungkin inilah saatnya kita bertanya kepada diri sendiri: sudah sejauh mana kita berhijrah dalam cara memperlakukan bumi yang telah Allah amanahkan kepada kita?

Jika hijrah adalah perjalanan menuju kebaikan, maka hijrah ekologis adalah ikhtiar menuju peradaban yang lebih beradab.

Peradaban yang memakmurkan tanpa merusak, memanfaatkan tanpa mengeksploitasi, dan membangun tanpa mengorbankan masa depan.Wallahualam.(*)

Sumber: Tribun Timur
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
1 - 1
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
1 - 1
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
2 - 2
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved