Prespektif Syamril
Refleksi Tahun Baru Hijriyah: Ular dan Ulat
Di era sekarang juga tetap ada. Bahkan lebih besar dan massif lagi. Celah korupsi masuk dalam program strategis nasional seperti MBG.
Oleh: Syamril
Direktur Sekolah Islam Athirah
TRIBUN-TIMUR.COM - Dua makhluk melata yang kemudian terjadi perubahan dalam fase hidupnya.
Ular setelah hibernasi selama waktu tertentu kulitnya ganti menjadi baru.
Ulat setelah waktu tertentu dalam kepompong berubah menjadi kupu-kupu.
Namun ada yang berbeda dari keduanya.
Ular setelah ganti kulit namanya tetap ular.
Cara geraknya tetap sama, Sifatnya juga tidak berubah.
Tetap berbisa, memangsa, berbahaya dan ditakuti manusia.
Berbeda dengan ulat. Setelah menjadi kupu-kupu, namanya berubah.
Bukan lagi ulat, tapi kupu-kupu. Cara geraknya juga berubah.
Semula merayap, berubah menjadi terbang dengan sayapnya yang cantik.
Sebelumnya dihindari manusia karena gatal, setelah jadi kupu-kupu menjadi disenangi.
Tidak lagi merusak dengan memakan daunan. Kupu-kupu membantu pohon melakukan penyerbukan.
Mari kaitkan dengan Indonesia. Perubahan selama ini sering terjadi khususnya di pemerintahan.
Dari Orde Lama ke Orde Baru. Lalu masuk Orde Reformasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Syamril-Direktur-Sekolah-Islam-Athirah-65.jpg)