Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Matinya Gerakan Sosial di Era Digital: Aksi BEM dan Krisis Representasi Massa

Namun, aksi itu juga membuka pertanyaan yang lebih dalam. Apakah gerakan mahasiswa hari ini masih benar-benar menjadi representasi massa?

Tayang:
Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/Ist
OPINI - Kardina Alumni Unhas dan UGM 

Oleh: Kardina

Alumni Unhas dan UGM

TRIBUN-TIMUR.COM - Aksi mahasiswa yang baru saja terjadi di Jakarta menunjukkan satu hal penting: gerakan mahasiswa belum sepenuhnya mati. Mahasiswa masih turun ke jalan.

Mereka masih membawa tuntutan. Mereka masih mencoba menjadi suara kritis di tengah kebijakan negara yang dianggap bermasalah.

Namun, aksi itu juga membuka pertanyaan yang lebih dalam. Apakah gerakan mahasiswa hari ini masih benar-benar menjadi representasi massa?

Atau ia mulai berubah menjadi panggung elite organisasi yang berbicara atas nama massa?

Pertanyaan ini penting. Sebab gerakan sosial tidak cukup hanya diukur dari ramai atau tidaknya aksi.

Gerakan sosial juga harus dinilai dari seberapa jauh ia berakar pada kehidupan rakyat yang diklaimnya.

Gerakan sosial lahir dari keresahan massa. Ia muncul ketika masyarakat merasa ada ketidakadilan yang tidak lagi bisa diterima secara diam-diam.

Dalam sejarahnya, gerakan sosial menjadi alat bagi kelompok yang lemah untuk menyuarakan kepentingannya.

Buruh, petani, mahasiswa, masyarakat adat, perempuan, dan kaum miskin kota pernah menjadikan gerakan sosial sebagai ruang perjuangan.

Namun, hari ini gerakan sosial perlu melakukan otokritik. Tidak semua gerakan yang mengatasnamakan rakyat benar-benar lahir dari rakyat.

Tidak semua aksi yang membawa nama massa benar-benar mewakili kepentingan massa. Tidak semua kritik terhadap kekuasaan bebas dari kepentingan kekuasaan yang lain.

Di sinilah letak masalahnya. Gerakan sosial tidak selalu mati karena dibungkam oleh negara. Ia juga bisa mati dari dalam. Ia mati ketika kehilangan hubungan organik dengan massa.

Ia mati ketika isu rakyat berubah menjadi alat tawar elite. Ia mati ketika penderitaan masyarakat hanya menjadi bahan orasi, konten, proyek, atau panggung personal.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
VS
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
VS
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
VS
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved