Salam Tribun Timur
Kepala Sekolah dalam Bayang Tekanan
Dunia pendidikan Sulawesi Selatan sedang menyuguhkan sesuatu yang terasa ganjil. Bahkan menyedihkan.
Tidak sedang membenarkan kabar viral begitu saja.
Tetapi satu hal jelas: ketika isu seperti ini muncul dan menyebar luas, pemerintah tidak cukup hanya mengatakan “itu hal biasa”.
Karena tidak ada yang biasa dari pengunduran diri massal dalam dunia pendidikan.
Sekolah bukan kantor biasa.
Kepala sekolah bukan jabatan administratif biasa.
Ia adalah pemimpin pendidikan.
Pengatur arah sekolah.
Penjaga moral siswa.
Penentu kultur belajar.
Orang yang setiap hari berdiri di antara guru, murid, orang tua, dan masa depan daerah.
Maka ketika banyak orang mulai enggan menjadi kepala sekolah.
Atau bahkan memilih menyerah—ada sesuatu yang mesti diperiksa secara jujur.
Apa jabatan ini sudah terlalu berat?
Apa tekanan birokrasi terlalu tinggi?
Apa proses pergantian membuat orang kehilangan rasa aman?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260608-Iqbal-Nadjamuddin-88.jpg)