Opini
Korupsi MBG, Mencuri Masa Depan Anak Bangsa
Kasus yang menyeret mantan pimpinan Badan Gizi Nasional dalam dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Hak untuk mendapatkan gizi yang layak.
Hak untuk memiliki masa depan yang lebih baik.
Jangan Biarkan Kepercayaan Publik Ikut Runtuh
Kasus ini tidak boleh membuat masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap pentingnya program perbaikan gizi.
Yang salah adalah oknum yang menyalahgunakan amanah, bukan tujuan mulia programnya. Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam pembangunan gizi masyarakat.
Upaya menurunkan stunting, memperbaiki kualitas konsumsi pangan, dan meningkatkan kesehatan anak harus tetap berjalan dengan tata kelola yang transparan dan akuntabel.
Justru peristiwa ini harus menjadi momentum untuk memperkuat pengawasan, memperbaiki sistem, dan memastikan setiap rupiah yang dialokasikan benar-benar sampai ke piring makan anak-anak Indonesia.
Penutup
Jalan yang rusak masih bisa diperbaiki. Gedung yang roboh masih bisa dibangun kembali.
Tetapi masa tumbuh kembang anak yang hilang karena kegagalan pemenuhan gizi tidak selalu dapat dikembalikan. Karena itu, korupsi pada program gizi bukan sekadar kejahatan administrasi.
Ia adalah pengkhianatan terhadap amanah publik. Ia adalah pencurian terhadap hak anak.
Dan dalam banyak hal, ia adalah pencurian terhadap masa depan bangsa itu sendiri.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Rachmat-Faisal-Syamsu-1-462026.jpg)