Opini
Waisak: Dharma dan Perdamaian Dunia
Tahun ini, Hari Tri Suci Waisak 2570 Buddhist Era (BE.) atau Tarikh Buddhis (TB.) diperingati pada tanggal 31 Mei 2026.
Guru Agung Buddha mengajarkan bahwa akar penderitaan manusia berasal dari tiga kekotoran batin.
Yaitu: keserakahan (lobha), kebencian (dosa), dan kebodohan batin (moha).
Kekotoran batin itulah yang membuat manusia mudah egois, tersinggung, iri, marah, hingga tersulut permusuhan, pertikaian hingga peperangan.
Kebencian tidak akan berakhir bila dibalas dengan kebencian.
Kebencian akan berakhir bila dibalas dengan cinta kasih.
Merupakan pesan Guru Agung Buddha yang sangat mendalam, yang ditekankan pula dalam Pesan Waisak 2026 dari Vatican.
Ajaran Buddha menekankan pentingnya melatih dan mempraktikkan kemoralan (sila) dalam kehidupan sehari-hari.
Kemoralan menjadi fondasi penting bagi terciptanya kedamaian hidup.
Kemurnian moral merupakan permulaan untuk melatih pengembangan konsentrasi (samadhi) dan kebijaksanaan (panna).
Kebijaksanaan sebagai dasar kualitas batin membuat seseorang dengan jelas mengetahui dan membedakan: hal yang benar ataupun hal yang tidak benar, hal yang baik ataupun hal yang tidak baik, hal yang nyata ataupun hal yang tidak nyata.
Kebijaksanaan memiliki peranan penting dalam peningkatan kualitas batin seseorang, sehingga Guru Agung Buddha mendorong untuk melatih dan mengembangkan kebijaksanaan.
Karena kebijaksanaan kunci menciptakan hubungan harmonis kehidupan dan mewujudkan perdamaian dunia.
Sesungguhnya kemenangan terbesar manusia bukanlah ketika berhasil mengalahkan orang lain.
Melainkan ketika mampu mengalahkan ego, keserakahan, kebencian, dan kemarahan dalam diri sendiri.
Kedamaian batin menjadi fondasi untuk mencapai perdamaian dunia yang lebih luas.
Kedamaian batin di dalam diri setiap individu harus lebih dulu terjamin, sebelum membangun kedamaian di dunia luar.
Perdamaian dunia lahir dari perdamaian batin setiap individu.
Perdamaian lahir dari hati manusia yang terbebas dari kebencian.
Perdamaian lahir dari manusia yang memiliki hati dan kesadaran.
Jika manusia tekun mempraktikkan Dharma sebagai sumber moral dan kebijaksanaan, maka dunia akan lebih damai.
Karena perdamaian dunia dimulai dari hati yang tenang.
Mari jadikan Waisak sebagai momentum bagi umat Buddha untuk memperkuat tekad dalam mempraktikkan Dhamma, menjalankan ajaran Guru Agung Buddha.
Menjadikan Dharma sumber moral dan kebijaksanaan untuk menjaga perdamaian dunia.
Selamat Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 TB. / 2026.
Semoga Tuhan Yang Maha Esa, Sang Tiratana, selalu melindungi.
Semoga semua makhluk berbahagia.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-02-16-Miguel-Dharmadjie.jpg)