Opini
Waisak: Dharma dan Perdamaian Dunia
Tahun ini, Hari Tri Suci Waisak 2570 Buddhist Era (BE.) atau Tarikh Buddhis (TB.) diperingati pada tanggal 31 Mei 2026.
Pesan Waisak Menteri Agama RI ini diunggah pada WhatsApp Channel Ruang Kesadaran pada tanggal 16 Mei 2026.
“Peringatan Waisak tahun ini mengangkat tema yang berfokus pada Dharma dan perdamaian dunia. Hal ini mengingatkan kita bahwa Dharma bukan sekadar ajaran, melainkan pelita kehidupan yang menuntun manusia untuk tetap teguh dalam nilai-nilai kebenaran, moralitas, dan kebijaksanaan di tengah dinamika zaman,” kata Menteri Agama RI.
Sementara itu, Dikasteri untuk Dialog Interreligius Dewan Kepausan dalam “Pesan Hari Raya Waisak 2026”.
Menekankan pentingnya membersihkan hati kita dari permusuhan, untuk melampaui sekat-sekat yang membatasi, dan untuk saling mengenali sebagai anggota dari satu keluarga manusia.
Ucapan-ucapan Buddha menawarkan jalan yang penuh wawasan.
Sang Buddha mengajarkan: “Kebencian tidak pernah diredakan oleh kebencian; hanya dengan tidak membenci kebencianlah kebencian diredakan. Ini adalah hukum abadi.” (Dhammapada 5).
Dan lagi: “Janganlah ada yang menipu orang lain atau menghina makhluk apa pun… Janganlah ada yang karena amarah atau niat jahat menginginkan keburukan bagi orang lain.” (Sutta Nipata 1.8 – Metta Sutta).
“Membina perdamaian tanpa senjata dan melucuti senjata juga berarti memelihara sumber-sumber terdalamnya: doa, kontemplasi, dan transformasi batin. Ini adalah perdamaian yang dijalani setiap hari dalam tindakan kebaikan, dalam kesabaran, dalam penolakan kebencian dan balas dendam, dan dalam keberanian untuk berharap. Karena perdamaian bukanlah ilusi atau cita-cita yang jauh; itu adalah kemungkinan nyata yang sudah berada dalam jangkauan kita, menunggu untuk disambut dan dibagikan. Hal ini menunjukkan pentingnya hati yang dilucuti dari kebencian. Yang dimulai dari hati kita setiap hari, sedikit demi sedikit, melucuti dirinya dari kebencian,” tulis Pesan Waisak dari Vatican bertanggal 1 Mei 2026.
Tema Waisak dan Pesan Waisak 2570 BE. dari Ditjen Bimas Buddha, Menteri Agama RI, dan Dikasteri untuk Dialog Interreligius Dewan Kepausan, semakin menegaskan pentingnya Dharma sebagai sumber moral dan kebijaksanaan dalam menjaga perdamaian dunia.
Dharma adalah kesadaran untuk memilih kebaikan di tengah dunia yang mendorong manusia untuk menjadi egois.
Dharma menjadi sumber moral dan kebijaksanaan.
Karenanya, Dharma menjadi sangat relevan untuk membangun kedamaian batin.
Termasuk dalam kondisi global saat ini.
Dharma mengajarkan kita untuk menjalani kehidupan dengan penuh kesadaran.
Karena manusia yang sadar tidak akan mudah menyakiti makhluk lain.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-02-16-Miguel-Dharmadjie.jpg)