Salam Tribun Timur
Ketika Gubernur Masih Tetap Harus Uji Hasil Seleksi Profesor
Kalau pada akhirnya keputusan tetap berada pada penilaian tahap akhir gubernur, lalu apa sesungguhnya fungsi tim seleksi?
Kalau iya, maka semestinya hasil tim seleksi cukup menjadi dasar penetapan.
Kalau tidak, maka logikanya perlu diluruskan.
Tidak elok negara mengeluarkan anggaran membentuk tim seleksi, mengumpulkan pejabat tinggi, menjalankan ujian berlapis, tetapi pada akhirnya proses substantif kembali diulang di ruang yang berbeda.
Birokrasi pendidikan jangan dibuat seperti lomba lari estafet yang garis akhirnya terus dipindahkan.
Dalam kasus ini, pemerintah provinsi perlu menjelaskan dengan terang kepada publik: di mana batas kerja tim seleksi dan di mana ruang diskresi gubernur.
Karena transparansi bukan hanya soal hasil, tetapi juga tentang kejelasan proses.
Baca juga: Babak baru, Hasil Seleksi 551 Nama Calon Kepsek Diserahkan ke Gubernur
Lebih penting lagi, kepala sekolah bukan sekadar jabatan administratif.
Mereka adalah penentu atmosfer pendidikan.
Penjaga kualitas sekolah.
Penentu budaya belajar.
Salah memilih kepala sekolah, dampaknya bisa terasa bertahun-tahun.
Wassalam.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260521-Gubernur-Sulsel-Andi-Sudirman.jpg)