Opini Mahmud Suyuti
Persiapan Hari Raya Kurban-2
Rabu 27 Mei mendatang atau sekira lima hari lagi umat Islam merayakan Idul Adha, hari raya kurban.
Sayyidina Ali RA meriwayatkan bahwa siapa yang keluar dari rumahnya untuk membeli hewan kurban, maka setiap langkahnya mendapatkan sepuluh kebaikan dan dihapuskan sepuluh kesalahan.
Apabila berbicara ketika membeli hewan kurban maka pembicaraannya merupakan tasbih.
Apabila dia membayar hewan tersebut maka setiap harga dirhamnya mendapatkan 700 kebaikan.
Apabila hewan kurban tersebut direbahkan saat hendak disembelih maka setiap makhluk memohonkan ampunan baginya.
Apabila darah hewan kurban itu telah mengalir saat disembelih maka setiap tetes darahnya oleh sepuluh malaikat memohonkan ampunan bagi yang berkurban. Apabila daging kurban dibagikan maka setiap kerat baginya mendapatkan pahala seperti membebaskan seorang hamba.
Firman Allah dalam Hadis Qudsi bahwa Aku memberi pahala dari setiap rambut yang ada pada seorang yang berkurban sepuluh kebaikan.
Dari setiap helai rambut diberikan gedung mewah di surga.
Demikian inilah sehingga sejak memasuki sepuluh awal bulan Zulhijjah, seseorang yang berkurban disyaratkan untuk tidak memangkas rambutnya dan memotong kukunya, karena setiap yang tumbuh pada badan orang yang berkurban ada jatah pahala.
Selain itu, jenggot, kumis bahkan seluruh bulu yang tumbuh dimakruhkan untuk dipotong karena setiap helainya mendapatkan sepuluh pahala sejak masuknya bulan Zulhijjah.
Agar pahala yang diperoleh sempurna dan utuh maka dianjurkan berkurban dengan hewan yang sempurna pula, tidak cacat sedikitpun sebagaimana yang telah disebutkan lebih awal, maka dianjurkan hewan yang gemuk, warna hewan terbaik adalah putih kemudian kuning, kelabu, kemerahan dan yang utama adalah hewan jantan.
Lebih sempurna lagi pahala yang diperoleh jika prosesi penyembelihan hewan kurban sesuai dengan ketentuan syariat, sesuai cara yang tepat dan benar meyembelih, yakni hewan kurban direbahkan ke sisi kiri menghadap kiblat sambil beristigfar dan bersalawat.
Kemudian berniat dan berdoa sebagai berikut:
Bismillahi Allahumma taqabbal min Muhammadin wa’ali Muhammadin wamin ummati Muhammadin tsumma dhaha bihi (Dengan nama Allah, ya Allah terimalah kurbanku dari Nabi Muhammad, keluarga Nabi Muhammad, dan dari umat Nabi Muhammad kemudian terimalah hewan kurban ini). Selanjutnya bertakbir, Bismillahi Allahu Akbar sambil memotong urat nadi hewan dengan parang atau pisau yang tajam.
Syarat utama dari cara penyembelihan hewan berkurban adalah menggerek kedua urat lehernya sampai terputus, terputus saluran makanannya, terputus pangkal kerongkongan atau ujung leher yang bertempat di kepala, bukan yang menempel pada dada.
Cara menggereknya, secepat mungkin atau jangan kelamaan agar hewan kurban tidak tersakiti dan tersiksa, memulai dari leher sebelah bawah agar darahnya tidak mengalir ke atas, tidak terpencar dan tanpa melepas parang/pisau sampai benar-benar urat leher hewan kurban tersebut terputus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2025-12-05-Mahmud-Suyuti.jpg)