Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Salam Tribun Timur

Hentikan Ricuh di Stadion

Narasi dalam video itu diperkuat oleh caption yang tajam dan emosional. Pertanyaan besar pun muncul: apakah klarifikasi dan permintaan maaf cukup?

Tayang:
Tribun-timur.com/Rachmat Ariadi
SUPORTER RUSUH - Stadion BJ Habibie, Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) dipenuhi asap akibat flare dinyalakan suporter pasca pertandingan PSM Makassar vs Persib Bandung, Penampakan, Minggu (17/5/2026). PSM Makassar harus menanti denda buntut tingkah laku buruk suporter. 

Regulasi Super League dan Kode Disiplin PSSI tetap berlaku.

Denda hingga Rp340 juta mengancam.

Akumulasi sepanjang musim bahkan bisa mencapai Rp1,16 miliar.

Dan semua itu tetap harus dibayar.

Yang membayar bukan pelaku.

Yang menanggung bukan individu.

Yang membayar adalah manajemen PSM, pihak yang justru kerap dicemooh dan diminta bertanggung jawab.

Di sinilah ironi terbesar itu berdiri: kesalahan personal, dibayar secara kolektif.

Namun ironi itu tidak boleh berhenti sebagai keluhan.

Ada satu hal yang harus ditegaskan: aparat penegak hukum tidak boleh berhenti pada video permintaan maaf.

Kasus ini harus diusut tuntas.

Semua yang terlibat, yang masuk lapangan, yang melakukan kekerasan, yang menyalakan flare, yang melempar, harus diidentifikasi dan ditindak.

Tidak boleh ada ruang abu-abu.

Tidak boleh ada pembiaran.

Karena jika pelanggaran dibiarkan, ia akan berubah menjadi kebiasaan.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved