Opini
Pemilu Progresif 2029
Pemilih rasional akan melahirkan pemimpin yang berkualitas, pemimpin yang akan memikirkan nasib rakyatnya dan berusaha mensejahterakan.
Peran partai politik sangat fundamental dalam demokrasi.
Semua keputusan kebijakan yang lahir harus melalui persetujuan parpol.
Jika partai politik kita sehat, maka akan melahirkan kebijakan yang menguntungkan rakyat.
Sebaliknya, jika parpol kita penyakitan, maka akan melahirkan kebijakan yang membuat rakyat sengsara dan menderita.
Sehingga partai harus berbenah diri untuk memperbaiki kualitas kader.
Partai harus berhenti jadi “EO pencalonan”.
Harus ada sekolah partai yang melahirkan calon pemimpin yang paham tata kelola daerah, bukan hanya pandai pasang baliho.
Kader harus mempunyai moralitas tinggi, integritas dan kapasitas yang memadai, serta paham secara substansial terkait "demokrasi".
Bukan hanya mengandalkan finansial dan koneksi saja.
Partai juga harus terbuka persoalan keuangan.
Partai yang terbuka ke publik terkait keuangannya, itulah ciri-ciri partai yang lurus.
Publik berhak tahu dari mana uang partai berasal dan ke mana dibelanjakan.
Selama keuangan partai gelap, selama itu pula demokrasi kita disandera oligarki.
Mengapa harus demikian?
Karena partai bekerja untuk rakyat, bukan untuk dirinya sendiri.
Sehingga partai wajib terbuka terkait keuangan kepada rakyat, dan rakyat wajib mengetahuinya.
| Dari Guru Honorer ke Dosen: Melihat Pendidikan dari Dua Dunia |
|
|---|
| Tangis Sunyi Imam Masjid: Mereka Menjaga Salat Kita, Tapi Kita Tak Menjaga Hati Mereka |
|
|---|
| Zakat, Infak, Sedekah Bukan Keuangan Negara |
|
|---|
| Pelatihan: Kebutuhan Pegawai vs Penunjukan Pimpinan |
|
|---|
| Zero Tong: Ketika Sekolah Tidak Lagi Membutuhkan Tempat Sampah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Ahmad-Banggay.jpg)