Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini Amir Muhiddin

Donald Trump, Aku Benci Padamu

Aku benci Padamu, itulah rangkaian kata yang pantas ditujukan pada diri Donald Trump akibat kebijakan-kebijakan politiknya.

Tayang:
Ist
OPINI - Amir Muhiddin, Wakil Ketua Himpunan Indonesia untuk Pengembangan Ilmu-Ilmu Sosial (HIPIIS) Sulsel 

IRGC mengeluarkan peringatan keras akan melakukan serangan kejutan ke pangkalan-pangkalan militer AS di kawasan jika blokade tidak segera diangkat.

Iran mengklaim telah memasang ranjau laut dan menyiagakan armada drone serta rudal di sepanjang pesisir selat.

Duta Besar Iran untuk PBB bahkan  menyatakan bahwa stabilitas permanen di Teluk hanya bisa tercapai jika AS menghentikan kebijakan tekanan ekonomi dan militernya.

Meski Pakistan dan beberapa negara lain masih berupaya melakukan upaya perdamaian, selat Hormuz tetap saja panas dan situasi ini berdampak buruk, terutama dalam ekonomi global.

Para pengamat ekonomi internasional menyebut bahwa situasi di Selat Hormuz per akhir April 2026 telah memicu guncangan hebat pada ekonomi global dan tentu saja domestik Indonesia.

Penutupan jalur ini merupakan salah satu guncangan pasokan energi terbesar dalam sejarah modern.

Seperti diketahui bahwa akibat perang AS-Israel dengan Iran, Harga minyak mentah dunia melonjak tajam.

Minyak Brent tercatat naik ke level US$107,49 per barel pada akhir April, sementara WTI berada di angka US$97,66.

Beberapa analis melaporkan harga sempat menembus US$115 akibat kebuntuan negosiasi AS-Iran.

Seperti diketahui bahwa sekitar 20 persen pasokan minyak dunia yang melewati selat Hormuz  terhambat.

Biaya logistik meningkat drastis karena kapal harus memutar melalui rute yang lebih jauh, seperti Tanjung Harapan di Afrika.

Selain itu pearng AS versus Iran  pun menciptakan kris turunan, termasuk pangan dan pupuk.

Harga urea (pupuk) global melonjak hingga 86 % sejak awal tahun karena sepertiga perdagangan pupuk laut dunia melewati selat ini.

Sementara itu Inflasi & Resesi pun nampak telah terjadi.

Bank Dunia dan IMF memperingatkan risiko resesi global jika konflik berlanjut, dipicu oleh kenaikan kumulatif harga energi dan pangan.

Kita semua berdoa dan berharap agar Donald Trump semakin sehat dan berpikir waras agar perang segera berakhir, sehingga kebencian terhadap dirinya berubah menjadi simpati, semoga.(*)

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved