Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

PP TUNAS Menguatkan Literasi Digital?

Ketenangan semu di ruang keluarga ini nyatanya berbanding terbalik dengan kemampuan fisik mereka.  

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/ist
OPINI - Adekamwa Humas Pusjar SKMP LAN  

Ketenangan semu di ruang keluarga ini nyatanya berbanding terbalik dengan kemampuan fisik mereka.  

Penelitian tersebut mencatat bahwa sekitar 13,3 % anak dalam kelompok usia kritis ini menunjukkan penyimpangan atau keterlambatan perkembangan motorik yang nyata akibat minimnya stimulasi fisik dari lingkungan sekitar.

Luka yang tidak kasat mata juga secara perlahan menggerogoti ruang batin dan kemampuan sosial mereka.

Dampak ini dibedah secara tajam oleh Asmayawati dkk. melalui artikel ilmiah berjudul "The Impact of Gadget Use on the Development of Early Childhood" yang diterbitkan dalam Al Tahdzib: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini (2025).  

Mereka menemukan bahwa penggunaan gadget yang berlebihan tanpa pengawasan memiliki korelasi negatif yang kuat terhadap kemampuan regulasi emosi anak. 2 Lebih jauh lagi, keterasingan digital ini melemahkan keterampilan interaksi sosial mereka.

Akibatnya, lahir generasi yang kesulitan membangun empati di luar zona nyaman.

Pengasuhan di Era Gadget Menyalahkan teknologi sepenuhnya adalah sebuah jalan pintas yang keliru, karena di titik inilah benteng pertahanan pertama, yakni orang tua, sering kali rapuh.  

Colti Sistiarani dkk., dalam studi bertajuk "Mother's Perspective About Using the Gadget Safeness for Children" yang dimuat dalam Jurnal Pendidikan Usia Dini (2020), menunjukkan bahwa pengetahuan ibu mengenai keamanan penggunaan gawai pada anak masih sangat minim, yakni hanya berada di angka 54,8 % .

Penulis meyakini gadget hanyalah sarana, sementara orang tualah yang harus menjadi pembimbing yang meluruskan agar anak tidak terjebak kecanduan.  

Keluarga Sebagai Benteng Utama Dalam pandangan Penulis, PP TUNAS merupakan ujian bagi moralitas kita sebagai masyarakat. Kita sedang berada dalam negosiasi yang sulit antara keselamatan anak dan keuntungan ekonomi digital.

Penulis menyimpan rasa khawatir mendalam, jika aturan ini gagal menekan paparan pornografi dan rasa takut anak-anak tetap tumbuh, maka semua pihak akan saling melempar tanggung jawab.

Pemerintah akan menunjuk platform, platform akan menunjuk orang tua, dan orang tua akan menunjuk teknologi.  

Di tengah saling lempar tanggung jawab, ada satu hal yang sering terlewat, yaitu peran paling dekat dengan anak justru tidak bisa digantikan siapa pun.

3 Syahdan, ketika dunia digital terus bergerak lebih cepat, hadirkan kembali diri anda sebagai sosok utama bagi anak di rumah; yang hadir mendampingi, dan mengarahkan mereka dalam setiap ruang tumbuh, Insya Allah. 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved