Opini
Tentang Visi Unhas 2026–2030
Di depan saya tergeletak teks pidato pelantikan Rektor Universitas Hasanuddin periode 2026–2030, menemani secangkir americano panas di meja kopi.
Peringkat UI GreenMetric 2025 menempatkan Unhas di posisi ke-85 dunia, terdepan di kalangan kampus-kampus hijau di Indonesia Timur.
Dua kali berturut-turut meraih Anugerah Emas SNI Award (2023–2024), predikat Informatif dari Komisi Informasi Publik, serta gelar Terbaik Pertama pada Indonesia SDGs Action Awards 2025 dari Bappenas.
Mahasiswanya pun berhasil mencapai prestasi Juara Umum PIMNAS dua kali berturut-turut (2024 dan 2025), dengan Piala Adikarta Kertawidya yang akhirnya “berlayar” keluar dari Pulau Jawa menuju Makassar.
Akan tetapi menurut saya, yang lebih penting dari sekadar angka-angka pemeringkatan adalah cara Unhas meraihnya, Prof JJ dalam pidatonya mengatakan bahwa semua keberhasilan itu bukan melalui kerja satu orang atau satu fakultas, melainkan dengan melepaskan ego sektoral dan menumbuhkan semangat kolaborasi dalam sebuah orkestrasi kepemimpinan yang handal.
Pidato rektor mengingatkan kita pada nilai-nilai luhur Bugis-Makassar, Sipakainge (saling mengingatkan dalam kebaikan), Sipakalebbi (saling menghormati), Sipakatau (saling memanusiakan, tidak diskriminatif).
Nilai-nilai ini dipadukan dengan semangat teologis yang berasal dari Al-Quran surah As-Shaff ayat 4 tentang barisan yang rapat dan tidak bercerai-berai.
Hasilnya terlihat dalam 315 Thematic Research Group (TRG) yang menyatukan 1.523 peneliti dengan 532 mitra internasional di 77 negara, serta kolaborasi PAIR Sulawesi dengan Australia yang menghasilkan riset berbasis bukti untuk kebijakan nyata.
Saya membayangkan pada periode 2026–2030, Science Techno Park Unhas bukan lagi sekedar gedung kosong berdebu, melainkan sebuah University Industrial Hub yang telah melahirkan inovasi nyata.
Contoh yang sudah ada, Drone Smart Farming yang sudah dipesan oleh Kementerian Pertanian untuk mendukung program ketahanan pangan, rompi anti peluru berbahan serat karbon yang lolos uji Divisi Infanteri 3 Kostrad, kapal nelayan bertenaga surya, benih jagung unggul, ayam Alope, hingga produk cokelat dan kopi premium yang menembus pasar mancanegara.
Unhas Venture Capital akan mendanai puluhan spin-off dari gagasan dosen dan mahasiswa. Program UNHAS WORKLINC berusaha meruntuhkan tembok antara ruang kuliah dan dunia kerja, agar mahasiswa tidak lagi lulus hanya dengan teori, tapi tanpa kompetensi yang siap terintegrasi dengan dunia industri.
Smart Multi-Campus Governance merentang dari Tamalanrea hingga Gowa, Bone, Selayar, Sidrap, Soppeng, Barru, bahkan hingga Jakarta dan Ibu Kota Nusantara.
Tak ketinggalan, Green Campus Masterplan 2026–2030 yang menargetkan 50 persen bangunan hijau dan efisiensi energi, sebagai bentuk upaya memperkuat komitmen ESG.
Saya membayangkan, di tahun 2030 Unhas muncul sebagai fase di mana imajinasi ini menjadi lebih konkret dan lebih down to earth.
Lebih dalam lagi, hadir imajinasi tentang keadilan di dalam rumah sendiri. Sejak awal jabatan, Rektor telah menegaskan komitmen, bahwa tidak boleh ada satu pun mahasiswa Unhas yang terpaksa berhenti kuliah hanya karena uang.
Secara kumulatif, lebih dari 39.900 mahasiswa telah menerima beasiswa, itu kurang lebih sebanyak 28 persen dari total mahasiswa, melebihi kewajiban nasional 20 persen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-04-28-Arief-Wicaksono.jpg)