Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kekuatan Kita, Planet Kita

Kejadian banjir bandang di beberapa daerah di Indonesia tidak berdiri sendiri, tetapi bakal diikuti oleh erosi pantai

Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com
Muhammad Arsyad Guru Besar Fisika Ekosistem Karst FMIPA UNM Makassar 

Oleh: Muhammad Arsyad
Guru Besar Fisika Ekosistem Karst FMIPA UNM Makassar

 

JUDUL di atas adalah tema Peringatan Hari Bumi 22 April 2026, yang merupakan kelanjutan dari tema tahun-tahun sebelumnya. Tema ini dipilih karena kesadaran bahwa planet bumi terus mengalami tekanan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Planet bumi adalah satu-satunya planet harapan umat manusia untuk memertahankan eksistensinya.

Peringatan Hari Bumi setiap tanggal 22 April pertama kali dirayakan pada tahun 1970 di Amerika Serikat, terinspirasi oleh tumpahan minyak yang menghancurkan di Santa Barbara, California, pada tahun 1969. Tahun itu, pada konferensi UNESCO di San Francisco, aktivis perdamaian John McConnell mengusulkan hari untuk menghormati Bumi. Sebulan kemudian, kerja keras Senator Amerika Serikat Gaylord Nelson pada tahun 1970 seorang pengajar Lingkungan Hidup mengusulkan tanggal ini juga yang  bertepatan pada musim semi di Northern Hemisphere (Belahan Bumi Utara) dan musim gugur di Belahan Bumi Selatan.  

Tulisan ini di samping bertujuan untuk memberi atensi terhadap planet biru yang didiami, juga untuk menarik perhatian pembaca untuk menyadari bagaimana bumi kita ini semakin tua. Kejadian banjir bandang di beberapa daerah di Indonesia (Aceh, Medan, Padang dan daerah lainnya) tidak berdiri sendiri, tetapi bakal diikuti oleh erosi pantai, salinisasi pasokan air, serta dampak lain pada manusia dan sistem ekologi. NASA juga memperkirakan kalau sekitar 10,4 juta lebih orang akan paling merasakan dampaknya di tahun 2.100 ketika bumi berada di ambang panas 1,5°C, yang menyebabkan manusia sulit untuk beradaptasi.

"Kekuatan Kita, Planet Kita" (Our Power, Our Planet) sebagai tema menyoroti peran penting aksi kolektif masyarakat, komunitas, dan bisnis di seluruh dunia dalam perlindungan lingkungan, kesehatan publik, serta ketahanan ekonomi dan infrastruktur. Untuk itu, tindakan bersama dapat mendorong perubahan lingkungan yang positif dan mengatasi krisis terutama krisis iklim,  menghubungkan kesehatan lingkungan dengan biaya hidup, ketersediaan air, dan sistem pangan, dengan aksi nyata berupa partisipasi dalam penanaman pohon, pembersihan lautan, dan pengurangan jejak karbon, untuk meningkatkan kesadaran akan hak moral atas lingkungan yang sehat.

Mata rantai ini akan berarti dan menjadi mata rantai solusi untuk kehidupan manusia jika menjadi gerakan bersama tanpa memerhatikan koordinat dan spase masing-masing penghuni. Aksi komunitas dan terus menekankan peran penting masyarakat dan komunitas di seluruh dunia dalam menjaga perlindungan lingkungan. Akibatnya akan terjadi ketahanan ekonomi dan sosial karena bagaimanapun kondisi lingkungan memengaruhi biaya hidup, kesehatan masyarakat, dan stabilitas jangka panjang di semua wilayah

Planet bumi terus menjadi kekuatan jika manusia mampu mendorong transisi global menuju sumber energi yang bersih dan berkelanjutan. Agar energi terbarukan benar-benar menjadi "kekuatan" (sesuai tema Our Power) di masa depan, fokusnya bukan lagi sekadar memasang panel surya saja untuk memenuhi kebutuhan energi, tapi membangun sistem yang mandiri dan cerdas. Sebagian pilar utama energi terbarukan dan sangat tersedia dengan baik di Indonesia yang akan mendominasi di masa depan, yakni: (1) matahari (surya) yang lebih canggih, sistem bukan cuma yang berada di atap rumah, tapi floating solar (panel surya terapung di bendungan) dan agrivoltaics (panel surya di atas lahan pertanian yang tetap bisa ditanami, (2) angin lepas pantai (offshore wind) yakni turbin raksasa di tengah laut yang menghasilkan listrik jauh lebih besar dan stabil daripada turbin di daratan, (3) hidrogen hijau (green hydrogen) dengan menggunakan listrik dari air dan angin untuk memisahkan molekul air menjadi bahan bakar bersih sehingga menjadi kunci untuk menggerakkan industri berat dan pesawat terbang yang sulit pakai baterai, dan (4) sistem penyimpanan energi (baterai raksasa), ini diperlukan karena matahari tidak bersinar di malam hari, teknologi baterai skala besar (seperti baterai solid-state atau flow) menjadi penentu agar listrik tetap menyala 24 jam. 

Ke depan, sejatinya panel surya dipasang di darat, tetapi ini dipasang di atas platform yang mengapung di permukaan bendungan atau waduk yang mempunyai ruang yag cukup luas dengan cara kerjanya dilakukan dengan: panel dihubungkan ke pelampung khusus dan ditambatkan ke dasar atau pinggir bendungan agar tidak hanyut. Keunggulannya bukan hanya menghemat tempat dan ruang, tetapi listrik yang dihasilkan lebih stabil karena air di bawah panel berfungsi sebagai pendingin alami. Panel yang dingin bekerja lebih efisien (menghasilkan listrik lebih banyak) dibanding panel yang panas di darat.

Langkah lain adalah memperkenalkan agrivoltaics (panel surya di lahan pertanian). Konsep ini "berbagi ruang" antara tanaman dan teknologi surya. Panel tidak dipasang rendah ke tanah, melainkan ditinggikan atau dibuat vertikal. Cara kerjanya dengan memasang panel surya  pada struktur yang tinggi (sekitar 2–4 meter) sehingga petani dan traktor masih bisa lewat di bawahnya. Jarak antar panel juga diatur agar sinar matahari tetap bisa masuk ke tanaman.

Hal ini mempunyai keunggulan ganda, yakni di satu sisi menghasilkan energi listrik dan di sisi lain adalah panel memberikan bayangan parsial yang melindungi tanaman dari panas ekstrem atau badai. Ini baik  untuk tanaman yang tidak butuh matahari penuh, seperti selada, kopi, atau kakao. Tanaman kopi  di alam liar adalah tanaman "understory" (tumbuh di bawah pohon besar). Panel surya bisa menggantikan fungsi pohon pelindung untuk meningkatkan mutu biji kopi. Tanaman seperti stroberi dan anggur: Naungan parsial membantu menjaga kelembapan tanah dan melindungi buah dari kerusakan akibat hujan deras atau panas ekstrem. Keunggulan lain adalah hemat air, karena tanah lebih teduh, air di tanah tidak cepat menguap, sehingga petani tidak perlu menyiram terlalu sering. Usaha seperti ini dapat disaksikan di PLTS Terapung Cirata di Jawa Barat yang merupakan salah satu yang terbesar di Asia Tenggara. 

Kesulitan pertama untuk mempraktekkan hal ini di Bendungan Bili-Bili misalnya adalah merubah cara pikir petani dan pemangku kepentingan. Petani hendaknya terampil memilah tanaman yang tepat adalah kunci kesuksesan sistem agrivoltaics. Pemilihan  tanaman akan berada di bawah bayangan panel surya secara bergantian (naungan parsial), kita harus memilih tanaman yang toleran terhadap intensitas cahaya rendah atau justru yang kualitasnya meningkat saat tidak terpapar matahari terik secara langsung.

Tanaman yang sesuai untuk sistem ini di iklim tropis dan kadang-kadang berhadapan dengan panas ekstrim adalah: (1)  sayuran daun (paling direkomendasikan), jenis sayuran ini umumnya menyukai kondisi yang agak sejuk dan lembap. Naungan dari panel surya membantu mencegah daun menjadi keras atau pahit akibat panas berlebih, (2) selada dan bayam, diharapkan sangat produktif karena membutuhkan intensitas cahaya sedang, dan (3) kangkung dan  sawi agar  tetap segar dan tidak cepat layu di bawah perlindungan panel. 

Penelitian menunjukkan beberapa tanaman strategis nasional tetap bisa tumbuh optimal, seperti cabai dan tomat, karena tanaman ini sering mengalami stres jika terkena matahari terik terus-menerus. Dengan panel surya, penguapan air berkurang dan hasil panen bahkan bisa meningkat.

Tanaman kentang dan bawang termasuk jenis umbi-umbian ini tidak memerlukan sinar matahari penuh sepanjang hari untuk pembentukan umbi yang baik. Tentum petani memperoleh keuntungan karena selain panen listrik, petani bisa menghemat penggunaan air irigasi hingga 50 persen karena tanah di bawah panel jauh lebih sejuk dan lembap dibandingkan lahan terbuka. 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved