Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pengamanan Berlapis UTBK-SNBT di UNM: Pasang CCTV hingga Jammer

UNM menjadi salah satu pusat UTBK secara nasional dengan pelaksanaan yang berlangsung hingga 28 April 2026

Penulis: Siti Aminah | Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com/Siti Aminah
SNBT UNM- Plt Rektor UNM Prof Farida Patittingi meninjau pelaksanaan UTBK-SNBT, Selasa (21/4/2026). Pengamanan SNBT dilakukan dengan pemasangan CCTV dan perangkat jammer atau pengacau sinyal di ruang ujian. 

Ringkasan Berita:
  • Di setiap lokasi UTBK UNM, disediakan kursi dan area tunggu untuk mengatur arus kedatangan peserta
  • Panitia juga melakukan identifikasi serta pengaturan antrean agar proses masuk ruang ujian lebih tertib
  • Selain itu, potensi keterlambatan hingga kondisi darurat telah diantisipasi sejak awal

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 di Universitas Negeri Makassar (UNM) dimulai hari ini, Selasa, 21 April 2026.

UNM menjadi salah satu pusat UTBK secara nasional dengan pelaksanaan yang berlangsung hingga 28 April 2026.

Sejak hari pertama, panitia menekankan penerapan pengamanan berlapis guna menjamin ujian berjalan lancar dan bebas kecurangan.

Panitia menyiapkan prosedur operasional standar (SOP) dan mitigasi risiko secara menyeluruh.

“Panitia secara khusus menyiapkan SOP dan mitigasi risiko secara menyeluruh meliputi kedatangan peserta,” ujar Plt Rektor UNM Prof Farida Patittingi, Selasa (21/4/2026). 

Di setiap lokasi ujian, disediakan kursi dan area tunggu untuk mengatur arus kedatangan peserta.

Panitia juga melakukan identifikasi serta pengaturan antrean agar proses masuk ruang ujian lebih tertib.

Selain itu, potensi keterlambatan hingga kondisi darurat telah diantisipasi sejak awal.

“Bagaimana kita memitigasi keterlambatan, keadaan darurat, serta gangguan listrik, jaringan, perangkat, cuaca, kemacetan, dan potensi kecurangan,” jelas Prof Farida. 

Dari sisi teknologi, pengamanan dilakukan dengan pemasangan CCTV di seluruh ruang ujian.

Tidak hanya itu, perangkat jammer atau pengacau sinyal juga dipasang untuk mencegah kecurangan berbasis elektronik.

“Di samping penggunaan CCTV, kami juga menggunakan perangkat jammer atau pengacau sinyal yang dipasang di seluruh ruangan,” ungkapnya.

Langkah ini dinilai penting untuk menjaga integritas ujian di tengah perkembangan teknologi.

Seluruh ruangan ujian telah dipastikan siap digunakan sejak sehari sebelum pelaksanaan.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved