Hari Kartini
Fahmi Rahmasari Sang Kartini Masa Kini, Lulusan UNM Rela Jadi Guru di Pelosok Luwu
Sebagai perempuan yang mengabdi di daerah terpencil, tantangan yang dihadapi Fahmi bukan sekadar jarak, melainkan juga kendala teknis.
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Alfian
TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU - Di tengah peringatan Hari Kartini, kisah tentang perjuangan perempuan tak lagi berhenti pada lembar sejarah Raden Ajeng Kartini.
Di pelosok pegunungan Bastem, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, semangat emansipasi, pendidikan, dan kebebasan berpikir yang dipegang Kartini menjelma dalam sosok Fahmi Rahmasari.
Ia seorang guru matematika di SMAN 19 Luwu yang berlokasi di Desa Lissaga, Bastem.
Jarak dari Ibukota Luwu, Kota Belopa, menuju sekolah tempat Fahmi mengajar berkisar 70 kilometer.
Butuh waktu dua jam lebih berkendara menggunakan sepeda motor untuk bisa sampai di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) itu.
Alumnus Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Jurusan Matematika, Universitas Negeri Makassar itu mengabdikan diri di wilayah dengan akses jalan yang belum tersentuh aspal.
Selama lima tahun mengabdi sebagai guru honorer, Fahmi sudah akrab dengan jalanan ekstrem khas pegunungan.
Baca juga: Hari Kartini dan Tantangan Penegakan Hukum
Setiap pagi, selama 30 menit, sepeda motornya harus menerjang kontur jalanan berbatu di lereng Pegunungan Latimojong.
Sebagai perempuan yang mengabdi di daerah terpencil, tantangan yang dihadapi Fahmi bukan sekadar jarak, melainkan juga kendala teknis yang menuntut kemandirian.
Salah satunya adalah keterbatasan dalam bekendara menggunakan sepeda motor.
"Ketika kendaraan bermasalah di tengah perjalanan, sering kali kita harus berusaha sendiri dengan kemampuan yang terbatas, atau menunggu bantuan yang tidak selalu cepat datang," ungkap Fahmi kepada Tribun-Timur.com, Selasa (21/4/2026) sekitar pukul 12.24 Wita siang.
Medan di Bastem yang berbatu, berlumpur, bahkan sangat licin saat diguyur hujan, menjadi santapan sehari-hari.
Fahmi tak menampik, keletihan sering kali menghinggapi dirinya akibat perjalanan jauh melintasi medan yang sulit.
Baca juga: Cicu Gaungkan Kesetaraan Gender di Momen Hari Kartini 2025
Namun, rasa lelah itu seketika luruh saat ia melihat wajah-wajah muridnya.
"Terkadang merasa lelah, tapi ketika melihat semangat anak-anak kecil untuk bersekolah menempuh perjalanan jauh, naik turun gunung, hingga melewati hutan, itu menjadi penguat hati. Kita merasa kehadiran kita sangat berarti bagi mereka," ungkapnya.
| Ketua DPRD Bulukumba Umy Asyiatun Khadijah Ajak Perempuan Jadikan Hari Kartini Sebagai Motivasi |
|
|---|
| Pj Bupati TR Fahsul Falah Ajak Perempuan Bumi Panrita Kitta Jadi Penerus Kartini |
|
|---|
| Gandeng Prodia dan Morula IVF, Hyatt Place Makassar Peringati Hari Kartini dengan Talkshow Kesehatan |
|
|---|
| Peran Kartini Masa Kini dalam Pencegahan Stunting |
|
|---|
| Bupati Luwu Utara: Perempuan Punya Peran Penting Gerakkan Sektor Pertanian |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260421-Fahmi-Rahmasari.jpg)