Makkunrai 2026
Perempuan Multiperan di Era Kompleksitas
Dalam kerangka sosial yang masih dipengaruhi budaya patriarki, perempuan sering kali berada dalam posisi paradoksal.
Perempuan hari ini sejatinya tidak sedang meminta untuk dimuliakan secara simbolik, melainkan diakui secara substantif baik dalam pilihan maupun dalam perannya.
Ia ingin dilihat sebagai subjek utuh yang memiliki otonomi atas hidupnya, bukan sekadar objek dari ekspektasi sosial yang sering kali kontradiktif.
Pada akhirnya, menjadi perempuan di era kompleksitas adalah tentang negosiasi yang tak pernah selesai antara idealitas dan realitas, antara tuntutan dan pilihan, antara harapan publik dan kebutuhan personal.
Di tengah semua itu, perempuan terus bertahan, merawat, dan membangun sering kali dalam diam, namun dengan daya yang luar biasa.
Dan mungkin, di situlah letak kekuatan sejatinya: bukan pada kemampuannya untuk menjadi sempurna dalam semua peran, tetapi pada keteguhannya untuk tetap berjalan, meski dunia kerap lupa memberi ruang untuk sekadar bernafas.
Selamat Hari Kartini … Teruslah Berdaya ..Dunia akan tetap baik baik saja !!!
| Kisah Yessy Kusman, Kartini Luwu Nakhoda Kapal Pengangkut Batu Bara Kalimantan - Jawa |
|
|---|
| Mengenal Nanin, Satu-satunya Camat Perempuan di Makassar: Berani Tampil dan Memimpin |
|
|---|
| Fatmawati Rusdi Bawa Harapan Baru bagi Kepemimpinan Perempuan |
|
|---|
| Wagub Sulsel Fatmawati Rusdi: Kita Ingin Perempuan Sulsel Mandiri |
|
|---|
| Bu Titi: Kalau Perempuan Bergerak, Semua Beres! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/TRIBUN-OPINI-Sudarmin-Tandi-Pora-Mahasiswa-UIN-Palopo.jpg)