Opini
Kepemimpinan Geokultural
Di balik eskalasi besar, terdapat dimensi lain yang lebih halus namun berpengaruh besar, yakni kebudayaan.
Tanpa upaya terarah, Indonesia berisiko menjadi objek dalam dinamika global.
Sebaliknya, memanfaatkan kebudayaan sebagai fondasi strategi, akan membawa Indonesia tampil sebagai aktor penting yang berperan aktif membentuk arah dan makna hubungan internasional.
Apalagi memang, Indonesia adalah The Natural Leader di kawasan. Kuncinya adalah ASEAN.
Dalam dunia yang terfragmentasi, kekuatan tidak lagi hanya ditentukan oleh kapasitas militer atau ekonomi, tetapi juga oleh kemampuan memengaruhi cara pandang dunia.
Geopolitik mungkin mengatur batas-batas kekuasaan.
Geoekonomi mendefinisikan siapa negara kaya.
Tetapi geokultural memberi kedalaman makna pada batas dan definisi tersebut.
Di era multipolaritas kiwari, strategi pertahanan bukan lagi misil, drone, ataupun nuklir, tetapi kebudayaan.
Geostrategi yang tidak bertumpu pada budaya akan rapuh.
Sebaliknya, kebudayaan yang tidak diarahkan secara strategis akan kehilangan relevansinya.
Sebab itu, keduanya perlu berjalan beriringan, geopolitik sebagai strategi, geokultural sebagai fondasi.
Dengan cara itu, kepemimpinan bukan hanya memperkuat bobot legitimasi, tapi juga memperjelas navigasi kepemimpinan.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2025-11-18-Muhammad-Suryadi-R-Peneliti-Parametric-Development-Center.jpg)